Salah satu keutamaan bulan Ramadan yang banyak dinantikan kehadirannya oleh umat Islam adalah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut dalam Al Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Keistimewaan Lailatul Qadar membuat banyak umat Islam berbondong-bondong meningkatkan ibadah di penghujung bulan Ramadan. Berbagai amalan seperti qiyamul lail, membaca Al-Quran, berdzikir, hingga berdoa dilakukan dengan harapan dapat memperoleh keberkahan makam tersebut.
Kendati demikian, waktu pasti datangnya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Dalam sejumlah hadis, disebutkan bahwa malam istimewa tersebut terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Lantas, apa yang menjadi tanda-tanda turunnya Lailatul Qadar? Simak penjelasan berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan Malam Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar merupakan malam kemuliaan yang telah disebutkan dalam Al-Quran, tepatnya dalam surat Al Qadar. Allah SWT menjelaskan bahwa malam tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam. Dalam buku Membumikan Al-Quran karangan M Quraish Shihab, dijelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam penetapan Allah bagi kehidupan manusia.
Nabi Muhammad SAW tidak menyebutkan secara pasti tanggal diturunkannya Lailatul Qadar. Menurut hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, malam Lailatul Qadar datang pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Malam ganjil yang dimaksud antara lain malam ke-21, 23, 25,27, dan 29.
Allah SWT merahasiakan Lailatul Qadar agar umat Islam tidak terpaku pada malam tertentu saja. Hal ini bertujuan agar umat Islam terus menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dengan berbagai ibadah.
Jadwal Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadan
Tahun ini, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah mengawali sehari lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan awal Ramadan ini menyebabkan jadwal 10 hari terakhirnya turut berlainan.
Guna menyokong detikers mengejar Lailatul Qadar, ini jadwal malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan menurut versi pemerintah dan NU:
- Malam ke-21 Ramadan 1447 H: Selasa, 10 Maret 2026 malam
- Malam ke-23 Ramadan 1447 H: Kamis, 12 Maret 2026 malam
- Malam ke-25 Ramadan 1447 H: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
- Malam ke-27 Ramadan 1447 H: Senin, 16 Maret 2026 malam
- Malam ke-29 Ramadan 1447 H: Rabu, 18 Maret 2026 malam
Bagi detikers yang memedomani tanggalan Muhammadiyah, ini rinciannya:
- Malam ke-21 Ramadan 1447 H: Senin, 9 Maret 2026 malam
- Malam ke-23 Ramadan 1447 H: Rabu, 11 Maret 2026 malam
- Malam ke-25 Ramadan 1447 H: Jumat, 13 Maret 2026 malam
- Malam ke-27 Ramadan 1447 H: Minggu, 15 Maret 2026 malam
- Malam ke-29 Ramadan 1447 H: Selasa, 17 Maret 2026 malam
4 Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis
Dalam beberapa hadits, Nabi Muhammad SAW menyebutkan sejumlah tanda yang dapat dirasakan saat terjadinya Lailatul Qadar. Berikut adalah 4 tandanya, dikutip dari buku Fiqh Puasa, Lailatul Qadar, dan Zakat Fitrah karangan Hairul Hudaya dan Meraih Keagungan Lailatul Qadar karangan Muhammad Yusran Anshar.
1. Malam yang Terasa Tenang dan Damai
Salah satu tanda Lailatul Qadar adalah suasana malam yang terasa nyaman dan penuh ketenangan. Disebutkan bahwa pada malam tersebut, cuacanya tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Hadits landasannya adalah:
عن ابن عباس عن النبي له في ليلة القدر ليلة طلقة لا حارة ولا باردة تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة (رواه أبو داود الطيالسي وابن خزيمة واللفظ له)
Artinya: "Dari Ibnu Abbas dari Nabi tentang Lailatul Qadar: 'Malam yang ramah, tidak panas dan tidak dingin, pagi harinya matahari terbit kemerah-merahan dan sinarnya lemah (tidak menyengat).'" (HR Abu Daud Ath Thoyalisi dan Ibnu Khuzaimah, redaksi hadis ini sesuai dengan riwayat beliau)
2. Udara Terasa Sejuk
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa udara pada malam Lailatul Qadar terasa sejuk dan tidak ada angin kencang. Kondisi ini membuat malam terasa nyaman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.
3. Matahari Terbit dengan Cahaya yang Lembut
Tanda-tanda lain yang disebutkan dalam hadis adalah kondisi matahari yang terbit pada pagi harinya. Saat terbit di hari itu, cahaya matahari akan lembut dan tidak terlalu menyengat dan menyilaukan hingga siang harinya. Dasarnya adalah hadits:
عن أَبِي الْمُنْذِرِ أبي بن كعب قال: أخبرنا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بآية ليلة القدر: تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةِ مِثْلَ الطَّسْتِ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ حَتَّى تَرْتَفِعَ (رواه مسلم وأبو داود وغيرهما واللفظ لأبي داود)
Artinya: "Dari Abul Mundzir Ubay bin Ka'ab berkata: 'Rasulullah mengabarkan kepada kami tanda Lailatul Qadar: "Matahari terbit pada pagi hari dari malam lailatulqadar seperti bentuk baskom, tidak memiliki sinar yang menyengat hingga matahari tersebut meninggi.'" (HR Muslim dan Abu Daud serta selainnya, lafal ini adalah sesuai periwayatan Abu Daud)
4. Hati yang Terasa Tenang
Selain muncul tanda-tanda dari alam, sebagian ulama juga menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar akan merasakan ketenangan dalam hatinya saat beribadah.
Amalan yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar
Meski tidak ada kepastian waktu datangnya malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain qiyamul lail atau sholat malam, membaca Al Quran, berdzikir, dan memperbanyak doa.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca saat Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latinnya: Allahumma innafak 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan suka mengampuni, maka ampunilah aku."
Demikian penjelasan tentang tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar. Dengan memperbanyak ibadah dan doa, dapat memperbesar kemungkinan mendapat keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut. Semoga menjawab pertanyaan detikers, ya!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
