Video yang memperlihatkan aksi tawuran pelajar di Jalan Parangtritis (Paris), Mergangsan, Kota Jogja, beredar di media sosial. Menurut polisi, salah satu rombongan pelajar itu sebelumnya usai melakukan kegiatan berbuka bersama (bukber).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover, terlihat aksi saling kejar dan baku hantam antar dua kelompok hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
"Tawuran di depan cnb paris, 2 kubu entah darimana, terjadi tawuran hantam2an skitar pukul 20.00 di depan cold n brew jl parangtritis, sisa pasukan yg ga ketangkep ke arah selatan, keep safe, sudah dilerai oleh warga sekitar," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dilihat detikJogja, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dimintai konfirmasi, Ps Kasi Humas Polresta Jogja Ipda Anton Budi Susilo membenarkan ada kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian ini ditangani jajaran Polsek Mergangsan.
Anton menuturkan, dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan di lokasi kejadian, diketahui awalnya di sebuah hotel di Jalan Parangtritis berlangsung acara buka puasa bersama oleh pelajar SMP dari Bantul
"Dalam acara buka puasa tersebut turut di undang alumni," kata Anton dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026) malam.
"Pada pukul 18.45 WIB, kegiatan buka puasa bersama SMP tersebut disarankan selesai oleh Kapolsek Mergangsan beserta anggota Polsek Mergangsan yang melakukan pengamanan dan diarahkan ke selatan," sambungnya.
Namun, lanjut Anton, tak selang lama setelah pembubaran, jajaran Polsek Mergangsan mendapatkan informasi dari warga bahwa rombongan siswa SMP tersebut bertemu rombongan dari sekolah lain.
"Di selatan atau sekitar depan A&M co cafe atau Could and Brew rombongan SMP tersebut bertemu dengan kelompok lain yang mengendarai sepeda motor dari arah selatan ke utara," papar Anton.
Bentrokan antar kedua kelompok pun tak bisa terhindarkan seperti yang terekam dalam video tersebut. Mendapat laporan tersebut jajaran Polsek Mergangsan langsung mendatangi lokasi dan melerai tawuran.
"Diamankan satu orang dengan identitas MR (19) Pelajar SMK swasta Bantul warga Sewon, Kabupaten Bantul," pungkasnya.
(dil/dil)












































Komentar Terbanyak
Laga PSIM Vs Persija Sempat Diwacanakan Pindah ke Semarang, Tapi...
Cerita Azizah, Bocah TK di Jogja Rawat Bapak Sakit hingga Ikut Memulung
Pelukis Menolak Mengemis, Perjuangan Seniman Mbah Kibar Lunasi Utang Rp 500 Juta