Iran Siap-siap Perang Panjang, Segera Kenalkan Amunisi Baru

Internasional

Iran Siap-siap Perang Panjang, Segera Kenalkan Amunisi Baru

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Jumat, 06 Mar 2026 13:10 WIB
Iran menyatakan siap perang berkepanjangan dengan AS dan Israel. Mereka juga bakal memperkenalkan amunisi barunya.
Ilustrasi/bunker berisi drone Iran. (Foto: NY Post)
Jogja -

Perang di Timur Tengah terus memanas. Kini Iran menyatakan siap menghadapi perang berkepanjangan dengan Amerika dan Israel serta segera memperkenalkan senjata baru.

Hal ini disampaikan Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeni. Dia menyatakan Iran sepenuhnya siap untuk "perang berkepanjangan" dengan Amerika Serikat dan Israel seraya menambahkan sedang bersiap memperkenalkan generasi baru persenjataan strategis yang belum pernah terlihat di medan perang.

"Inisiatif dan senjata baru Iran sebentar lagi," kata juru bicara tersebut. "Teknologi ini belum dikerahkan dalam skala besar. Musuh harus bersiap untuk serangan menyakitkan di setiap gelombang operasi yang akan datang," cetusnya, dilansir media Iran, Press TV, yang dikutip detikNews, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Iran itu menyatakan gelombang serangan di bawah Operasi "Janji Sejati" 4 yang dilakukan hingga saat ini, hanya menunjukkan sebagian kecil kemampuan Iran yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

Pengumuman ini disampaikan Naeni bertepatan dengan peluncuran serangan rudal Khayber di TelAviv, Israel. Serangan rudal ini memicu gelombang ledakan di TelAviv. Petugas pemadam kebakaran setempat berjibaku memadamkan api di gedung perumahan dekat pusat komersial wilayah yang diduduki Israel.

Dikutip dari AFP, ledakan itu terjadi usai Israel memperluas kampanyenya melawan Hizbullah. Israel bersumpah bakal balas dendam terhadap kelompok militan yang didukung Teheran karena bergabung dalam konflik usai tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Stasiun televisi pemerintah Iran menyatakan Teheran sudah menembakkan rudal ke "sasaran di jantung Tel Aviv", setelah militer Israel mengatakan berupaya mencegat tembakan Iran pada Kamis (5/3) malam waktu setempat.

Wartawan AFP di Tel Aviv melaporkan terdengar dua gelombang ledakan yang hampir bersamaan di seluruh kota tersebut. Terlihat jejak roket yang menerangi langit di Netanya, salah satu kota di utara Tel Aviv di pantai Mediterania Israel.

Setelah serangan roket itu, layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA) menyebut tim mereka telah mengunjungi beberapa lokasi yang dilaporkan terkena dampaknya. Meski begitu, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sementara itu, polisi Israel mengatakan mereka "saat ini sedang menangani lokasi kejadian yang melibatkan rudal yang jatuh di Israel tengah," menambahkan tentang adanya kerusakan tapi tidak ada korban luka.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads