Warga menyebut ledakan mercon di salah satu teras rumah warga Ngunan-ngunan, Srigading, Sanden, Bantul terdengar seperti ledakan trafo listrik. Selain itu, warga menyebut bahwa korban sedang merakit mercon namun tidak menggunakan kertas.
Salah satu warga yang rumahnya dekat lokasi kejadian, Heri (52) mengatakan, bahwa tidak tahu secara pasti kejadian tersebut. Mengingat saat itu selesai menunaikan salat subuh dan hendak melanjutkan istirahat di rumah.
"Kalau detailnya tidak tahu, karena posisi saya di rumah. Nah, setengah enam pagi itu terdengar suara seperti trafo listrik meledak, keras sekali suaranya," katanya kepada wartawan di Srigading, Sanden, Bantul, Minggu (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar suara tersebut, Heri langsung keluar dari rumah. Di saat bersamaan ternyata juga banyak warga yang keluar dari rumah dan mencari dari mana asal suara tersebut.
"Setelah dicari dari mana asal suara itu ternyata dari teras rumah tetangga saya," ujarnya.
Heri dan warga sekitar lalu mendatangi lokasi kejadian. Menurut Heri, saat itu ada dua orang remaja yang mengalami luka-luka.
"Sampai di lokasi ada dua orang laki-laki luka parah. Satu orang luka pada tangan, khususnya jari-jari tapi masih bisa berdiri, kalau satunya luka di muka dan posisinya tergeletak di lokasi," ucapnya.
Karena mengeluarkan banyak darah, warga langsung membawa kedua orang itu ke rumah sakit Saras Adyatma, Bambanglipuro, Bantul. Heri mengungkapkan, bahwa satu dari dua korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit umum pusat (RSUP) dr. Sardjito.
"Tadi informasinya satu dirujuk dan satu lagi masih masih dirawat di (rumah sakit) Saras Adyatma," katanya.
Terkait penyebab dua orang itu terluka, Heri mengaku tidak tahu pasti. Namun dari keterangan empat orang yang merupakan teman dari kedua korban menyebut ada yang membawa obat mercon.
"Dari temannya tadi bilang kalau ada yang bawa bahan (mercon), tapi jelasnya tidak tahu. Tapi yang buat itu (mercon) infornya tidak pakai kertas," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dua remaja mengalami luka-luka usai terkena ledakan mercon di Ngunan-ngunan, Srigading, Sanden, Bantul. Sebelumnya kedua remaja itu meracik mercon di teras rumah, namun karena salah satu mercon belum tertali sempurna akhirnya meledak.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, bahwa kejadian bermula saat salah satu korban, AAN (18) berkumpul bersama empat rekannya di rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, FZA (19) warga Gadingsari, Srigading, Sanden, Bantul datang ke rumah AAN.
"Saat datang ke rumah AAN, FZA mengeluarkan bubuk mercon seberat empat ons dan plastik warna transparan," katanya kepada wartawan di Bantul, Minggu (22/2/2026).
Kedua korban membuat mercon dengan cara memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik. Selanjutnya plastikndiisi dengan kerikil dan diikat plester warna transparan.
"Setelah selesai, satu mercon lalu diletakkan di dekat kedua korban," ucapnya.
Selanjutnya, kedua korban berlanjut membuat mercon kedua dengan cara yang sama. Namun, mercon kedua itu ternyata belum terikat plester dengan sempurna.
"Mercon kedua ternyata belum sempat ditali dan tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang keras hingga menyebabkan atap plafon, kaca jendela serta lantai tempat ledakan menjadi retak," ujarnya.
