Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka latihan instruktur dan kursus pelatih II Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser dan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor tahun 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Imogiri, Bantul. Listyo meminta usai latihan itu mereka memperkuat kolaborasi dengan polisi untuk menghadapi tantangan dan mengelola potensi negara.
"Setelah ikut latihan ini saya harap kualitas sumber daya manusia para kader meningkat dan semakin siap menghadapi tantangan serta mengelola potensi yang dimiliki negara," kata Listyo saat memberikan sambutan di SPN Selopamioro, Imogiri, Bantul, Sabtu (14/2/2026).
Sigit menyebut pemerintah memiliki berbagai program strategis yang membutuhkan dukungan semua elemen bangsa, termasuk keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Listyo meminta agar para kader GP Ansor menjalin komunikasi aktif dengan kapolres dan kapolsek di wilayah masing-masing sebagai bentuk sinergi yang lebih baik lagi.
"Setelah ikut dalam pelatihan ini, semua kader dan lembaga otonom NU kenal dengan Kapolda, Kapolres dan Kapolsek di wilayah masing-masing. Agar kolaborasi antara NU dan polisi semakin kuat dan konkret," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Addin Jauharudin, mengatakan ada ribuan kader yang mengikuti pelatihan tersebut. Di mana pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga hari di SPN Selopamioro.
"Untuk peserta pelatihan ada sekitar 6.000 orang dan berasal dari tiga wilayah yaitu DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jawa Tengah dan Jawa Timur," ucap Addin.
Addin melanjutkan, model pelatihan ini akan menjadi percontohan di seluruh Indonesia. Terkait dengan pernyataan Listyo yang meminta agar para kader kedepannya lebih bersinergi dengan polisi, Addin menyambutnya dengan baik.
"Usai pelatihan ini saya harap nantinya lahir kader-kader yang militan dan solid, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Ansor, Banser dan kepolisian," katanya.
Simak Video "Video: Kebersamaan Kapolri dan Panglima TNI saat Upacara Praspa di Istana"
(ams/apu)