Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menceritakan kisahnya yang kehilangan iPad saat perjalanan menggunakan Kereta Api (KA). Ternyata, iPad Haedar tertinggal di KA sepulangnya dari Jakarta.
Haedar mengunggah kisahnya itu di akun Instagram pribadinya @haedarnashirofficial. Kemudian Ia juga menceritakan detail kejadian ini di laman resmi Muhammadiyah.
"Betul Mas," ujar Haedar kepada detikJogja saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkat mengenai kejadian ini, Rabu (11/2/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haedar menceritakan, kejadian ini bermula pada Selasa (10/2) dini hari, pukul 01.24 WIB. Saat itu ia turun di Stasiun Tugu Jogja dengan Kereta Api Gajayana jurusan Malang. Setelahnya Haedar lanjut pulang ke rumahnya.
"Namun, baru sampai sepertiga perjalanan barulah sadar, ada masalah. iPad mini yang biasa dipakai mengetik tertinggal di kereta. Mau kembali ke stasiun jelas tidak mungkin. Kereta Api sekarang tertib sekali saat turun dan naik, sekitar 3 sampai 5 menit," ujar Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id.
Haedar mengingat, terakhir kali ia menggunakan iPadnya saat KA yang ia tumpangi hendak berangkat dari Stasiun Gambir petang sebelumnya. Sesampainya di Purwokerto, Haedar tertidur hingga menghiraukan posisi iPadnya.
"iPad rupanya jatuh di pinggiran tempat duduk. Maka, ketika mau turun, terlupakanlah sang iPad yang jatuh itu," papar Haedar.
Haedar pun meminta bantuan tim Media Komunikasi (Medkom) Kantor PP Muhammadiyah untuk membuat laporan ke KAI. Menurutnya petugas yang menerima laporan sigap merespon aduan dengan menananyakan jenis, warna, casing iPad, hingga nomor seat.
Mengingat barang yang hilang begitu penting, Haedar akhirnya juga meminta bantuan Raja Husein Pandapotan Harahap, Wakil Kepala Stasiun Gambir yang kini menjadi Kepala Stasiun Yogyakarta.
"Maka, seketika terpaksalah kirim pesan WhatsApp ke Pak Raja Husein. Di luar dugaan, ternyata beliau langsung membalas. Jam saat itu menunjukkan pukul 01.49 WIB. Rasanya tidak nyaman mengganggu Pak Raja yang tentu sudah istirahat, tapi apa boleh buat," ujar Haedar.
"Akhirnya tibalah kabar baik yang sangat menggembirakan. Pukul 06.15 Pak Raja memberi kabar bahagia, iPad sudah ditemukan di perjalanan terakhir di Stasiun Kota Malang. Sambil menunjukkan foto iPad yang 'wanted' itu," sambungnya.
Singkat cerita, iPad milik Haedar tiba di Stasiun Tugu sekitar pukul 14.25 setelah dikirim dari Malang. Haedar pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelayanan KAI.
Sementara, Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih turut membenarkan kejadian yang dialami Haedar. Kata Feni, iPad milik Haedar diambil stafnya di Stasiun Tugu Jogja.
"(iPad milik Haedar diambil) stafnya beliau Mas," terang Feni saat dihubungi detikJogja, malam ini.
"Pelayanan para petugas tersebut merupakan cerminan nilai-nilai Budaya Perusahaan yang menjadi landasan etika kerja seluruh insan KAI. Ini bukan hanya tentang mengembalikan barang, tapi tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap KAI," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi