Kasus mendiang pelaku kejahatan seks Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, menyeret sejumlah nama besar dunia. Kerajaan Inggris menyatakan siap membantu kepolisian untuk mengusut mantan Pangeran Andrew terkait hubungannya dengan Epstein.
Polisi Inggris kini tengah mengusut dugaan soal Andrew yang pernah membagikan dokumen rahasia London kepada Epstein. Diketahui Andrew kini telah dilucuti gelar kebangsawanannya.
Dilansir detikNews dari Anadolu Agency, Selasa (10/2/2026), Kepolisian Thames Valley di Inggris membenarkan pihaknya tengah mengusut klaim Andrew Mountbatten-Windsor, nama Andrew saat ini, membagikan sejumlah dokumen rahasia kepada Epstein saat menjabat utusan perdagangan Inggris. Andrew sendiri konsisten membantah telah melakukan pelanggaran apapun terkait kasus Epstein ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istana Buckingham, dalam sebuah pernyataan, mengatakan Raja Charles III, kakak laki-laki Andrew, telah menyatakan keprihatinan mendalam atas tuduhan yang bermunculan terhadap adiknya tersebut.
Ditambahkan Istana Buckingham dalam pernyataannya jika tanggung jawab untuk menanggapi tuduhan-tuduhan spesifik berada di tangan Mountbatten-Windsor sendiri. Namun Istana Buckingham mengisyaratkan mereka akan bekerja sama dengan penyelidikan kepolisian mana pun.
"Meskipun klaim spesifik yang dimaksud adalah tanggung jawab Tuan Mountbatten-Windsor sendiri, jika kami dihubungi oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap mendukung mereka seperti yang Anda harapkan," kata Istana Buckingham dalam pernyataannya.
Istana Buckingham juga menegaskan dukungannya kepada korban pelecehan seksual. "Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, pikiran dan simpati Yang Mulia telah, dan tetap bersama, para korban dari segala bentuk pelecehan," demikian pernyataan Istana Buckingham.
Sebagai informasi tuduhan kepada Andrew mencuat usai Departemen Kehakiman AS merilis kumpulan baru dokumen Epstein pada 30 Januari lalu.
Salah satu korespondensi email pada 30 November 2010 menunjukkan jika Andrew meneruskan kepada Epsteins tentang apa yang digambarkan sebagai "laporan kunjungan untuk Vietnam, Singapura, Hong Kong, dan Shenzhen" yang terkait dengan kunjungannya ke Asia Tenggara.
Lalu pada email terpisah pada malam Natal 2010 menunjukkan Andrew membagikan kepada Epstein, apa yang digambarkan sebagai pengarahan rahasia soal peluang-peluang investasi yang terkait rekonstruksi Provinsi Helmand di Afghanistan.
Andrew (65) kini telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan sejak 2019 saat hubungannya dengan Epstein terungkap. Andrew juga melepaskan semua gelar kerajaannya, termasuk Duke of York, saat tuduhan kepadanya semakin santer.
Pada 2022 silam, Andreq menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan Virginia Giuffre, wanita AS yang menuduh Epstein memperdagangkan dirinya ke Andrew saat dia berusia 17 tahun. Giuffre telah meninggal pada tahun lalu, namun memoarnya menggambarkan klaim spesifik soal Andrew.
Andrew sendiri selalu membantah tuduhan-tuduhan terhadapnya, dan penyelesaian hukum dengan salah satu korban Epstein tidak dianggap sebagai pengakuan tanggung jawab.
(ams/afn)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat
Siasat Keji Istri Ketahuan Selingkuh Lalu Gorok Suami di Parangtritis