Camera Trap Pencari Jejak Diduga Macan Gunungkidul Dicopot, Ini Hasilnya

Camera Trap Pencari Jejak Diduga Macan Gunungkidul Dicopot, Ini Hasilnya

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 05 Feb 2026 12:02 WIB
Camera Trap Pencari Jejak Diduga Macan Gunungkidul Dicopot, Ini Hasilnya
BKSDA Jogja saat memasang camera trap di lokasi kemunculan jejak diduga macan di Semanu, Gunungkidul, Selasa (20/1/2026). Foto: dok.detikJogja
Gunungkidul -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja telah melepas tiga unit camera trap dari di lokasi munculnya jejak diduga macan di Semanu, Gunungkidul. Hasilnya, BKSDA tidak menemukan kemunculan macan di lokasi tersebut.

"Jadi setelah dua pekan akhirnya tiga unit camera trap yang kami pasang di Semanu dilepas tanggal 2 Januari 2026," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Jogja Taufan Kharis saat dihubungi detikJogja, Kamis (5/2/2026).

Setelah pelepasan tiga camera trap itu, Taufan mengatakan tidak akan ada lagi pemasangan di lokasi sebelumnya. Hal itu mengacu gambar hasil tangkapan dari tiga unit camera trap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pekan kedua, hasilnya ada dua satwa yang tertangkap oleh camera trap. Dua satwa itu kucing dan musang," ucapnya

Taufan menjelaskan kucing itu adalah kucing kampung dan muncul di dua titik. Sedangkan musang juga muncul di dua titik.

ADVERTISEMENT

"Yang anjing sudah tidak kelihatan. Kemungkinan anjing itu hanya mencari makan sisa-sisa pekerja saja dan ada kolam air yang cukup besar sehingga dia mendekati situ untuk minum," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemasangan camera trap selama dua pekan itu, Taufan memastikan jejak yang muncul dua kali di sekitar pembangunan pondok pesantren (Ponpes) di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul bukanlah jejak macan.

"Berdasarkan rekaman camera trap tidak menunjukkan adanya kemunculan macan. Jadi sudah pasti anjing liar itu (jejak yang muncul dua kali di Semanu)," katanya.

"Teman-teman (BKSDA) juga sudah menyosialisasikan ke masyarakat kalau yang terekam itu hanya ada tiga satwa. Masyarakat juga tetap diminta waspada karena tiga satwa itu kan liar sehingga bisa saja mengidap penyakit," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, jejak diduga macan di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, itu sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

BKSDA Jogja kemudian memasang tiga unit camera trap di sekitar lokasi kemunculan jejak itu untuk memastikan jenis satwa apa yang meninggalkan jejak tersebut.




(dil/ams)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads