Gempa bumi bermagnitudo (M) 5.5 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terasa hingga Kabupaten Gunungkidul. Hingga saat ini BPBD Gunungkidul belum menerima laporan masuk terkait kerusakan akibat getaran gempa tersebut.
Salah satu warga Playen, Sunardi, bercerita dirinya merasakan getaran gempa saat berada di tempat kerjanya, Wonosari, Gunungkidul. Menurutnya, getaran tersebut hanya berlangsung sebentar.
"Terasa sekali, jadi saya tadi baru di dalam ruangan dan tiba-tiba terasa gempa, grek, grek, gitu. Pertama getarannya besar dan berangsur pelan, kira-kira hanya lima sampai tujuh detik tadi," katanya kepada detikJogja, Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sunardi melanjutkan, getaran tersebut membuat beberapa rekannya sempat keluar dari ruang kerja. Sedangkan dirinya memilih berada di dalam ruangan sembari mencoba tenang.
"Tadi ada rekan kerja yang sempat keluar ruangan. Tapi kalau saya masih di dalam ruangan, mencoba tenang sambil mengamati situasi dulu," ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh warga Wonosari, Pandu. Menurut Pandu, saat itu dirinya tengah berada di dalam rumah.
"Tadi saya sedang di rumah mau menuang air minum sebelum berangkat kerja, terus terasa gempa," ucapnya.
Pandu melanjutkan, bahwa tidak sampai keluar dari rumah saat getaran itu terasa. Mengingat getaran tersebut hanya terasa sebentar saja.
"Tidak sempat keluar rumah, hanya sebentar kok tadi terasanya, beberapa detik saja," katanya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta mengungkapkan, bahwa hingga saat ini belum ada laporan yang masuk ke BPBD terkait adanya kerusakan akibat getaran gempa Pacitan.
"Sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait kerusakan bangunan," ujarnya.
Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gempa dirasakan hingga wilayah Jogja.
Gempa terjadi pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB.
"Gempa Mag:5.5, 27-Jan-26 08:20:44 WIB," tulis BMKG dalam keterangan tertulis.

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi