Aktor Korea Selatan, Cha Eun Woo, terseret kasus penggelapan pajak senilai puluhan miliar won atau setara ratusan miliar jika dirupiahkan. Kasus penggelapan pajak ini tengah diusut Biro Investigasi 4 Kantor Pajak Daerah Seoul.
Dikutip detikPop dari Star News, Kamis (22/1/2026), nilai pajak yang diduga digelapkan yakni 20 miliar won atau setara Rp 229,9 miliar jika dikonversi dengan kurs saat ini. Dinas Pajak Nasional disebut sudah mengirimkan pemberitahuan ke pihak Cha Eun Woo.
Kasus dugaan penggelapan pajak ini berawal dari pendirian agensi keluarga terpisah dari Fantagio, tapi tetap mengelola pekerjaan Cha Eun Woo. Agensi kedua ini, sebut saja Manajemen A, didirikan ibu Cha Eun Woo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas pajak menduga pembentukan agensi keluarga ini sebagai jalan pintas untuk mengurangi pajak. Bahkan dicurigai, ada aliran dana ke Fantagio, berupa pembagian pendapatan, dari uang yang dihasilkan atas kerja sama kontrak Manajemen A.
Dinas Pajak Nasional pun melaporkan manajemen A sebagai perusahaan fiktif. Agensi keluarga ini dinilai tak memberikan layanan substantif. Cha Eun Woo pun dinilai gagal membayar pajak penghasilan lebih dari 20 miliar won.
Terkait hal ini, Fantagio pun sudah mengeluarkan pernyataan resmi.
"Masalah utama dalam hal ini adalah apakah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo termasuk dalam kategori entitas yang dikenakan pajak substantif. Belum ada konfirmasi akhir atau pemberitahuan resmi saat ini, dan kami berencana untuk secara aktif mengklarifikasi masalah ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Agar proses dapat diselesaikan secepat mungkin, sang artis dan perwakilan pajaknya akan bekerja sama dengan sungguh-sungguh. "Kami menjamin bahwa Cha Eun Woo, sebagai warga negara ini, akan terus dengan setia memenuhi kewajiban pajak dan kewajiban hukumnya," demikian pernyataan dari pihak Fantagio.
Sebagai informasi, Cha Eun Woo saat ini sedang menjalani wajib militer (wamil) dengan menjadi anggota band militer. Dia bakal bebas wamil pada 27 Januari 2027 mendatang.
(ams/apu)












































Komentar Terbanyak
3 Kepala Daerah di Jatim Kena OTT KPK, Ini Kata Gubernur Khofifah
Sederet Fakta Penemuan Mayat Pria Dalam Mobil di Condongcatur Sleman
Cerita Azizah, Bocah TK di Jogja Rawat Bapak Sakit hingga Ikut Memulung