Polresta Jogja digeruduk warga Pandeyan, Bantul yang hendak mengusir perempuan beserta keluarganya usai melaporkan dugaan pemerkosaan terhadap anak perempuan tersebut. Mediasi pun dilakukan, namun polisi belum membeberkan hasil mediasi.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, mengatakan kedatangan warga ini terjadi usai salah satu warga ditahan dan tiga warga lain dimintai keterangan setelah laporan dugaan pemerkosaan masuk ke Polresta Jogja.
"Warga datang ke Polresta Jogja minta kejelasan tentang tiga orang yang dimintai keterangannya oleh petugas," jelasnya saat dihubungi detikJogja, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada acara mediasi, (dihadiri) dari berbagai pihak. (hasil mediasi) Belum, belum," sambung Gandung.
Adapun saat dimintai konfirmasi soal sekeluarga yang diusir warga disebut diamankan di Polresta Jogja, Gandung mengaku belum mendapat informasi dari jajaran Polresta Jogja.
"(Soal ibu dan korban dievakuasi) belum tahu. Saya tanyakan belum dibalas," ungkap Gandung.
Diberitakan, Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno, mengatakan anggotanya langsung mendatangi rumah perempuan yang hendak diusir warga tadi malam. Hal ini karena ratusan warga memadati rumah dari perempuan tersebut.
"Tiga orang bapak ibu dan anak dievakuasi di Polsek (Sewon)," kata Sutrisno kepada detikJogja, Rabu (21/1).
Hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Sutrisno menyebut keluarga yang diusir warga itu kini berada di Polresta Jogja.
"Kalau saat ini bapak, ibu, dan anak itu di Polresta," ujarnya.
Sebab, perempuan itu melaporkan empat warga Pandeyan karena diduga memerkosa anak perempuannya yang berusia 9 tahun. Dugaan pemerkosaan itu terjadi di salah satu penginapan di Kota Jogja.
"Berawal dari laporan perkosaan dan TKP-nya di Kota Jogja dengan terduga pelaku warga (menyebut nama daerah) dan korbannya anak dari perempuan itu. Informasinya, anak itu dibawa ke hotel di Kota, dicekoki dan itu tadi (diperkosa)," ucapnya.
Setelah laporan tersebut, anggota Polresta Jogja mengamankan empat orang warga. Namun, warga mempertanyakannya karena bapak tiri anak itu yakni suami perempuan yang hendak diusir warga ternyata turut serta dalam perbuatan bejat tersebut.
"Lalu Polresta mengamankan empat orang dan warga tidak terima. Warga lalu mendatangi perempuan itu, intinya minta dicabut laporannya karena ternyata bapak tiri korban ikut serta juga," ujarnya.
Akan tetapi perempuan itu bersikeras tidak mau mencabut laporan di Polresta Jogja. Di sisi lain, warga juga sudah tidak mentolerir perilaku perempuan itu.
"Jadi memang ibu dan bapaknya tidak disukai warga karena tabiatnya yang jelek, ditambah itu tadi (melaporkan warga terkait kasus dugaan perkosaan tapi bapak tiri korban ternyata ikut serta)," ucapnya.
(apl/apu)












































Komentar Terbanyak
Fakta-fakta Polisi Jogja Gugur Saat Operasi Ketupat Progo
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani