Syaban adalah bulan kedelapan kalender Hijriah. Bulan ini diapit Rajab, salah satu asyhurul hurum (bulan-bulan mulia), dan Ramadhan yang penuh rahmat.
Posisinya yang sedemikian rupa membuat banyak orang terlena sehingga melewatkan bulan ini begitu saja. Diambil dari buku 32 Faedah Terkait Bulan Syakban oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Ψ°ΩΩΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω ΩΩΨΊΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ§Ψ³Ω ΨΉΩΩΩΩΩ Ψ¨ΩΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ¬ΩΨ¨Ω ΩΩΨ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩΨ ΩΩΩΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω ΨͺΩΨ±ΩΩΩΨΉΩ ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨ£ΩΨΉΩΩ ΩΨ§ΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ¨ΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ ΩΩΨ£ΩΨΩΨ¨ΩΩ Ψ£ΩΩΩ ΩΩΨ±ΩΩΩΨΉΩ ΨΉΩΩ ΩΩΩΩ ΩΩΨ£ΩΩΩΨ§ Ψ΅ΩΨ§Ψ¦ΩΩ Ω
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Itulah bulan (Syaban) yang manusia lalai darinya sebab ia terletak antara Rajab dan Ramadhan, pada bulan inilah amalan-amalan, diangkat ke pada Rabb semesta alam, dan sungguh aku menyukai ketika amalan-amalanku diangkat sedang aku tengah mengerjakan ibadah puasa." (HR an-Nasa'i no 2357)
Selain puasa, Nabi Muhammad SAW diketahui mengajarkan doa untuk dibaca pada awal bulan Syaban. Seperti apa doa awal bulan Syaban sesuai sunnah Rasulullah SAW? Simak bacaan selengkapnya melalui paparan di bawah ini.
Poin Utamanya:
- Doa awal Syaban dibaca saat melihat hilal (bulan sabit baru) tanda awal bulan.
- Tahun ini, doa awal Syaban dibaca pada Senin, 19 Januari 2026 setelah Matahari terbenam.
- Bulan Syaban disunnahkan diisi dengan amalan puasa.
Doa Awal Bulan Syaban Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Menurut penjelasan dari buku 165 Kebiasaan Nabi SAW oleh Abduh Zulfidar Akaha, setiap awal bulan dan menyaksikan hilal (bulan sabit baru), Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam akan membaca:
Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ£ΩΩΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩΨ§ Ψ¨ΩΨ§ΩΩΨ£ΩΩ ΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΨ₯ΩΩΩ ΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ§Ω ΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ₯ΩΨ³ΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΨ§ΩΨͺΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩ ΩΨ§ ΩΩΨΩΨ¨ΩΩ Ψ±ΩΨ¨ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΨ±ΩΨΆΩΩ Ψ±ΩΨ¨ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨ±ΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ
Arab Latin: AllΔhu akbar. AllΔhumma ahillahu 'alainΔ bil-amni wal-Δ«mΔni was-salΔmati wal-islΔm, wat-taufΔ«qi limΔ yuαΈ₯ibbu rabbunΔ wa yardhΔ, rabbunΔ wa rabbukallΔh.
Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini menerangi kami dengan berkah dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta bimbingan untuk melakukan amal yang disukai dan diridhoi Tuhan kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah." (HR ad-Darimi no 1625, Ibnu Hibban no 2374, dan ath-Thabrani no 13330)
Lafal sedikit berbeda dicantumkan Abu Hafizhah Irfan MSi di buku Kumpulan Doa-Doa:
Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ£ΩΩΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩΨ§ Ψ¨ΩΨ§ΩΩΩΩΩ ΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΨ₯ΩΩΩΩ ΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ§Ω ΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ₯ΩΨ³ΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ±ΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΨ±ΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ
Arab Latin: AllΔhumma ahillahu 'alainΔ bil-yumni wal-Δ«mΔni was-salΔmati wal-islΔm, rabbΔ« wa rabbukallΔh.
Artinya: "Ya Allah, munculkanlah ia kepada kami dengan keberkahan dan iman, keselamatan dan Islam, Rabbku dan Rabbmu adalah Allah." (HR Ahmad no 1397 dan Tirmidzi no 3451)
Salah satu dari dua doa di atas dapat detikers baca pada awal bulan Syaban saat menengadah ke langit malam dan melihat hilal. Perlu dicatat, doa ini juga berlaku untuk seluruh awal bulan Hijriah lain.
Kapan Doa Awal Bulan Syaban Dibaca?
Pemerintah dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 menulis 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, 1 Syaban resmi dimulai pada Senin, 19 Januari 2026 setelah Matahari terbenam. Mengingat, kalender Hijriah berganti hari saat Matahari mengakhiri tugasnya.
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah juga mengeluarkan tanggal yang sama. Begitu pula Almanak 2026 yang disusun oleh Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro.
Berdasar keterangan-keterangan itu, maka doa awal bulan Syaban bisa dibaca pada Senin, 19 Januari 2026 setelah sholat Maghrib. Dengan catatan, detikers melihat bulan sabit baru yang menjadi pertanda awal Syaban di langit malam.
Demikian pembahasan ringkas mengenai doa awal bulan Syaban sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Jangan lupa diamalkan, ya, detikers!
FAQ
1. Selain doa, amalan apa yang disunnahkan pada bulan Syaban?
Nabi Muhammad SAW diketahui paling banyak berpuasa pada bulan Syaban, selain Ramadhan. Puasa yang dikerjakan bisa bermacam-macam, mulai dari Ayyamul Bidh hingga Senin Kamis.
2. Tanggal 1 Syaban jatuh pada tanggal berapa?
Berdasar prediksi pemerintah dan NU serta penetapan Muhammadiyah, 1 Syaban 1447 H/2026 M jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
3. Apakah doa 'Allahumma baarik lanaa...' bisa dibaca juga?
Doa ini memang bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama. Namun, ada kegoncangan sehingga statusnya lemah. Doa ini tetap boleh dibaca asal tidak meyakininya bersumber dari Nabi SAW.

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Daftar Wilayah di DIY yang Alami Krisis Air Bersih