Sejarah Republik Indonesia Serikat (RIS) Lengkap dengan Daftar Negara Bagiannya

Sejarah Republik Indonesia Serikat (RIS) Lengkap dengan Daftar Negara Bagiannya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Minggu, 18 Jan 2026 10:07 WIB
Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) salah satunya membahas mengenai  Republik Indonesia Serikat.
Ilustrasi konferensi meja bundar saat proses pembentukan RIS. Foto: Wikimedia Commons/40 Tahun Indonesia Merdeka Jilid 1
Jogja -

Dalam sejarahnya, Indonesia tidak selalu berbentuk negara kesatuan. Pada pertengahan abad ke-20, sempat berdiri Republik Indonesia Serikat (RIS), meski tidak bertahan lama. Bagaimana sejarahya?

Diringkas dari Inventaris Arsip Kabinet Presiden Republik Indonesia Serikat yang diterbitkan ANRI, kemunculan RIS tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Belanda. Orang-orang Belanda yang kembali ke Indonesia setelah kemerdekaan masih ingin berkuasa.

Dengan membonceng sekutu, Belanda datang lagi ke Indonesia dan menduduki kota-kota besar. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan pemerintahan di setiap daerah yang diinvasi. Politik devide et impera yang pernah dipergunakan terhadap kerajaan-kerajaan Indonesia, kembali diimplementasikan Belanda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, berdasar uraian Slamet Kabul Budiarto dkk dalam tulisan bertajuk 'History of the Republic of Indonesia States (RIS) to Return to the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) 1949-1950', orang yang punya ide mendirikan negara federal adalah Wakil Gubernur Jenderal Dr H J van Mook.

Bagaimana sepak terjang van Mook hingga Indonesia beralih menjadi serikat? Simak sejarah lengkapnya melalui uraian di bawah ini.

Poin Utamanya:

  • Latar belakang berdirinya RIS adalah usaha Belanda untuk kembali menguasai Indonesia.
  • RIS disahkan dengan penyerahan kedaulatan Kerajaan Belanda pada 27 Desember 1949 di Amsterdam dan Jakarta.
  • RIS tersusun atas 16 negara bagian. Presiden RIS adalah Soekarno, sedangkan wakilnya Mohammad Hatta.

Pembentukan Negara-negara Bagian Negara Federal

Strategi van Mook untuk mendirikan negara-negara di tubuh NKRI dimulai dengan Konferensi Malino. Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII oleh Dr Abdurakhman SS MHum dan Arif Pradono SS MIKom, konferensi itu dilaksanakan pada 15-25 Juli 1946.

Konferensi Malino bertujuan membentuk negara-negara yang akan menjadi bagian dari suatu negara federal. Setelah konferensi di Malino, berturut-turut digelar Konferensi Pangkalpinang dan Konferensi Denpasar. Nah, melalui Konferensi Denpasar, Negara Indonesia Timur (NIT) terbentuk.

Menyusul NIT, turut berdiri pula Daerah Istimewa Borneo Barat pada 12 Mei 1947. Pada 20 Februari 1948, giliran Negara Madura yang resmi terbentuk dengan walinya RAA Tjakraningrat.

Negara Pasundan yang sempat diproklamirkan pada 1947 kembali ditindaklanjuti untuk membentuk Negara Jawa Barat. Negara itu kemudian diresmikan dengan wali negaranya RAA Wiranatakusumah yang dilantik pada 26 April 1948.

Kurang lebih sebulan kemudian, menyusul terbentuk Negara Sumatera Timur dengan wali Dr Tengku Mansyur. Dengan cepat, wilayah NKRI digerogoti Belanda dengan pendirian negara-negara yang rencananya bakal digabungkan ke sebuah negara federal.

Di sela-sela pendirian negara boneka itu, Belanda mendirikan Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) atau Majelis Permusyawaratan Federal. BFO didirikan lewat Konferensi Federal di Bandung yang digelar pada 29 Mei 1948.

Tidak berhenti sampai di sana, pada 16 November-3 Desember 1948, Belanda kembali 'menelurkan' negara baru, yakni Negara Jawa Timur. Sebelum Negara Jawa Timur ini berdiri, van Mook sudah tidak berperan karena diberhentikan oleh pemerintah Belanda. Penggantinya adalah van der Plas.

Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?

Peristiwa Konferensi Inter-Indonesia

Sebagaimana sudah disebut di atas, pendirian negara-negara bagian adalah taktik Belanda untuk merusak kesatuan bangsa Indonesia. Namun, tujuan itu tidak berhasil.

Alih-alih, negara bentukan Belanda yang tergabung di BFO justru menjalin hubungan baik dengan Republik Indonesia. Puncaknya, seperti dijelaskan Widhi Setyo Putro dalam tulisan 'Konferensi Inter-Indonesia Tahun 1949: Wujud Konsensus Nasional antara Republik Indonesia dengan Bijeenkomst Voor Federaal Overleg', adalah pelaksanaan Konferensi Inter-Indonesia.

Di antara hasil Konferensi Inter-Indonesia adalah:

  • Disetujuinya Negara Indonesia Serikat dengan nama RIS.
  • RIS akan dikepalai seorang presiden dibantu menteri-menteri.
  • RIS akan menerima penyerahan kedaulatan, baik dari RI maupun Belanda.
  • Angkatan perang RIS adalah angkatan perang nasional dan Presiden RIS adalah panglima tertinggi angkatan perang RIS.
  • Presiden RIS dipilih oleh RI dan BFO.
  • Bahasa resmi RIS adalah bahasa Indonesia.
  • Bendera RIS adalah merah putih.
  • Lagu kebangsaan RIS adalah Indonesia Raya.

Disadur dari buku IPS Terpadu tulisan Sri Pujiastuti dkk, Konferensi Inter-Indonesia pertama digelar pada 19-22 Juli 1949 di Jogja. Yang kedua dilangsungkan pada 30 Juli-2 Agustus 1949 di Jakarta.

Konferensi kedua menghasilkan kesepakatan berupa pembentukan Panitia Persiapan Nasional. Kesepakatan lainnya adalah penetapan delegasi RI untuk berangkat ke Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag.

Konferensi Meja Bundar Tahun 1949 dan Hasilnya

KMB digelar di Den Haag, Belanda, selama rentang 23 Agustus-2 November 1949. Dalam konferensi itu, delegasi pemerintah RI dipimpin Mohammad Hatta. Sementara itu, delegasi BFO dipimpin Sultan Hamid II. Delegasi Belanda dikomandoi oleh Maarseveen.

KMB menghasilkan beberapa keputusan, antara lain:

  • Belanda menyerahkan kedaulatan atas Hindia Belanda kepada RIS. Penyerahan dilakukan selambatnya 30 Desember 1949.
  • Masalah Irian Barat akan dibahas kembali satu tahun setelah penyerahan kedaulatan.
  • RIS dan Kerajaan Belanda terikat dalam hubungan Uni Indonesia-Belanda yang dikepalai Ratu Belanda.
  • Kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia. Beberapa korvet bakal diserahkan kepada RIS.
  • Pemilihan presiden RIS diselenggarakan pada 16 Desember 1949.

Berdirinya RIS dan Daftar Negara Bagiannya

Diringkas dari dokumen unggahan Repository Universitas Jambi, pada 14 November 1949, delegasi KMB kembali ke Jogja. Pada 16 Desember 1949, Panitia Pemilihan Nasional memilih Soekarno sebagai Presiden RIS dan Moh Hatta sebagai wakilnya.

Tiga hari kemudian, yakni pada 19 November 1949, kabinet RIS dibentuk. Di antaranya adalah Sultan Hamengku Buwono IX sebagai menteri pertahanan, Ida Anak Agung Gde Agung sebagai menteri dalam negeri, dan Mr Syafruddin Prawiranegara sebagai menteri keuangan.

Pada 27 Desember 1949, Kerajaan Belanda menyerahkan kedaulatan ke RIS di dua tempat, yakni Amsterdam dan Jakarta. Dengan demikian, RIS resmi berdiri. Total, ada 16 negara bagian RIS, sebagai berikut:

  • Negara bagian Republik Indonesia (Yogyakarta)
  • Negara bagian Kalimantan Barat
  • Negara bagian Indonesia Timur
  • Negara bagian Madura
  • Negara bagian Banjar
  • Negara bagian Bangka
  • Negara bagian Belitung
  • Negara bagian Dayak Besar
  • Negara bagian Jawa Tengah
  • Negara bagian Jawa Timur
  • Negara bagian Kalimantan Tenggara
  • Negara bagian Kalimantan Timur
  • Negara bagian Pasundan
  • Negara bagian Riau
  • Negara bagian Sumatera Selatan
  • Negara bagian Sumatera Timur

Dirujuk dari buku Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara oleh AA Nurdiaman, RIS menganut sistem pemerintahan parlementer. Lembaga perwakilannya ada dua, yakni senat dan DPR.

Sejarah mencatat, RIS tidak bertahan lama, bahkan, tidak sampai 1 tahun. Penyebabnya adalah ketidakpuasan dan tuntutan rakyat. Bangsa Indonesia menginginkan agar negara-negara bagian bersatu dengan RI atau RIS.

Teriakan rakyat juga disokong elit politik Indonesia yang tidak menginginkan RIS. Pun, hampir semua partai politik tidak menghendaki keberlanjutan RIS sebagaimana dijelaskan Ba'in dalam tulisan berjudul 'Terbentuk dan Runtuhnya Negara RIS 1945-1950'.

Akhirnya, pada 17 Agustus 1950, Presiden Soekarno resmi mengumumkan pembubaran RIS. Sebagai gantinya, NKRI dipulihkan.

Demikian sejarah ringkas Republik Indonesia Serikat alias RIS. Semoga pembahasannya membantu, ya, detikers!

FAQ tentang Republik Indonesia Serikat (RIS)

1. Bagaimana sejarah terbentuknya RIS?

Dimulai dengan Konferensi Malino di Sulawesi dan pendirian negara-negara bagian. Kemudian dilanjut Konferensi Inter-Indonesia dan Konferensi Meja Bundar. Terakhir, penyerahan kedaulatan oleh Belanda pada 27 Desember 1949.

2. Apa yang dimaksud dengan RIS?

RIS (Republik Indonesia Serikat) adalah bentuk negara Indonesia pada tahun 1949-1950 yang menganut sistem federal hasil Konferensi Meja Bundar

3. Kapan RIS bubar?

RIS bubar pada 17 Agustus 1950, bersamaan dengan kembalinya Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI yang 'terlahir kembali' menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950 sebagai landasannya.




(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads