Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 17 Januari 2026 merupakan Perayaan Wajib Santo Antonius, Abas. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.
Mengangkat tema tentang kekudusan, mari simak renungan Katolik hari Sabtu, 17 Januari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Agus Kani CS. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 17 Januari 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 17 Januari 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 17 Januari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 11Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; dilanjut Mazmur Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; bacaan Injil Mrk. 2:13-17, dan bacaan ofisi Kej 8:1-22. Berikut ini uraiannya:
Bacaan I 1Sam. 9:1-4,17-19 10:1a
- 1Sam 9:1 Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.
- 1Sam 9:2 Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.
- 1Sam 9:3 Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."
- 1Sam 9:4 Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.
- 1Sam 9:17 Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah Tuhan kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."
- 1Sam 9:18 Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: "Maaf, di mana rumah pelihat itu?"
- 1Sam 9:19 Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.
- 1Sam 10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri.
Bacaan Mazmur Mzm. 21:2-3,4-5,6-7
- Mzm 21:2 (21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela
- Mzm 21:3 (21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.
- Mzm 21:4 (21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.
- Mzm 21:5 (21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya.
- Mzm 21:6 (21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.
- Mzm 21:7 (21-8) Sebab raja percaya kepada Tuhan, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang.
Bacaan Injil Mrk. 2:13-17
- Mrk 2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
- Mrk 2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
- Mrk 2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
- Mrk 2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
- Mrk 2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Bacaan Ofisi Kej 8:1-22
- Kej 8:1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.
- Kej 8:2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,
- Kej 8:3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.
- Kej 8:4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
- Kej 8:5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.
- Kej 8:6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.
- Kej 8:7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
- Kej 8:8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
- Kej 8:9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.
- Kej 8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;
- Kej 8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
- Kej 8:12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.
- Kej 8:13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.
- Kej 8:14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.
- Kej 8:15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:
- Kej 8:16 "Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;
- Kej 8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi."
- Kej 8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.
- Kej 8:19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.
- Kej 8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
- Kej 8:21 Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
- Kej 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
Renungan Harian Katolik Sabtu 17 Januari 2026
Membaca dan merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringat pada pernyataan Paus Fransiskus dalam salah satu katekese saat audiensi umum di Lapangan St. Petrus, tanggal 13 April 2016.
Bapa Suci berkata, "Tidak ada orang kudus tanpa masa lalu, dan tidak ada pendosa tanpa masa depan. Yang diperlukan hanyalah menjawab undangan Tuhan dengan rendah hati dan tulus.
Gereja bukanlah komunitas orang sempurna, melainkan para murid yang sedang berjalan, yang mengikuti Tuhan karena mereka menyadari diri sebagai pendosa dan membutuhkan pengampunan-Nya. Hidup kristiani dengan demikian adalah sebuah sekolah kerendahan hati yang membuka diri kita pada rahmat."
Yesus hari ini dikisahkan berjumpa dengan Lewi, seorang pemungut cukai. Ia memanggil pemungut cukai itu untuk mengikut Dia. Kemudian Yesus pergi ke rumah Lewi dan duduk makan bersama-sama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa.
Tindakan Yesus itu membuat para ahli Taurat dan orang Farisi merasa risi dan kesal. Seandainya ada daftar orang-orang yang paling dibenci pada zaman Yesus, pemungut cukai pasti akan berada di puncak daftar tersebut.
Pertama, karena mereka bekerja bagi penjajah Romawi, sehingga mereka dianggap sebagai pengkhianat yang tak termaafkan. Kedua, pemungut cukai merupakan profesi yang paling dibenci, sebab layaknya pencuri, mereka mengeruk keuntungan dari pajak yang dikumpulkan.
Namun, Yesus justru memanggil Lewi untuk mengikut Dia. Ia bahkan bersedia duduk semeja dengan para pemungut cukai, teman-teman Lewi. Berhadapan dengan kritik para ahli Taurat dan orang Farisi, Yesus menegur balik mereka:
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak menilai kita dari masa lalu, kegagalan, dan dosa-dosa kita. Yesus melihat lebih dalam dari penampilan luar Lewi, sehingga Ia memanggil Lewi untuk mengikut Dia.
Undangan sederhana ini mengubah seluruh hidup Lewi. Tuhan selalu melihat potensi, kekuatan, dan kebaikan yang masih bisa bertumbuh kembang dalam diri kita.
Ia datang untuk menyembuhkan, bukan menghakimi; untuk merangkul, bukan mengucilkan. Kadang kita merasa tidak pantas untuk datang kepada Tuhan karena kelemahan dan dosa kita.
Namun, justru saat itulah kita membutuhkan belas kasihan-Nya. Yesus tidak mengecualikan Lewi maupun orang-orang lain yang dianggap berdosa untuk menunjukkan bahwa mereka pun bisa bertobat dan menjadi pengikut-Nya.
Ia tidak melihat masa lalu mereka, tetapi Ia membuka jalan bagi mereka untuk masa depan yang baru. Cara Yesus merangkul Lewi menantang kita untuk menjadi pribadi yang berbelaskasihan, alih-alih menjadi hakim atas hidup orang lain.
Semoga kita semakin mampu melihat diri kita dan orang lain dengan pandangan kasih Tuhan, pandangan yang penuh kasih, persaudaraan, dan pengharapan. Melalui teladan Lewi, kita pun diundang untuk membuka diri terhadap panggilan Tuhan dan menerima kasih-Nya yang merangkul kita semua apa adanya.
Kekudusan tidak hanya diperuntukkan bagi segelintir orang terpilih. Kita semua dipanggil untuk hidup kudus.
Doa Katolik Hari Ini
Allah, sumber cinta kasih, Santo Antonius abas telah Kaupanggil untuk mengabdi kepada-Mu di padang gurun dengan cara hidup yang mengagumkan. Semoga berkat teladannya kami sanggup mengingkari diri sendiri dan mencintai Engkau di atas segala-galanya.
Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Sabtu, 17 Januari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
(sto/aku)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat
Siasat Keji Istri Ketahuan Selingkuh Lalu Gorok Suami di Parangtritis