Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan soal penyebab amblesan tanah atau sinkhole terjadi di tengah sawah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Badan Geologis mengatakan sinkhole bukan disebabkan oleh runtuhan batu gamping.
Diketahui, sinkhole dengan diameter sekitar 20 meter dengan kedalaman 15 meter terjadi di lahan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, pada 4 Januari lalu.
Dilansir detikNews dari Antara, Kepala Badan Geologi Lana Saria, menjabarkan tim mendapati lokasi kejadian berada pada endapan lapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung dan bukan pada batuan batu gamping sebagaimana umumnya sinkhole terbentuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lapisan batuan tersebut, lanjutnya, memiliki tekstur halus dan mengandung mineral lempung, dengan bagian bawah berupa batu gamping malihan yang bersifat kedap air, sehingga memicu aliran air tertahan dan menggerus lapisan tanah di atasnya.
Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut) Foto: Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut) |
Sinkhol itu juga dipengaruhi intensitas hujan yang tinggi yakni sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun. Curah hujan yang tinggi disebut mempercepat erosi bawah permukaan yang memicu amblesan.
Selain faktor jenis batuan, kata dia, intensitas curah hujan yang relatif tinggi di wilayah tersebut, yakni sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun, turut mempercepat proses erosi bawah permukaan yang memicu amblesan
Lana mengatakan fenomena yang sama juga berpotensi terjadi di lokasi pertanian lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan serupa, terutama pada lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang baik.
Meski begitu, warga diminta tak panik namun tetap waspada apabila muncul retakan tanah yang membesar. Warga diimbau segera melaporkan kepada aparat setempat agar dapat dikoordinasikan dengan instansi berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Badan Geologi merekomendasikan lubang yang terbentuk akibat sinkhole dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan air dengan membuat pagar pengaman di sekitar lubang.

