Gadis Sisa Kerangka di Halmahera Utara Ternyata Dihabisi Pacar

Regional

Gadis Sisa Kerangka di Halmahera Utara Ternyata Dihabisi Pacar

Raymond Latumahina - detikJogja
Rabu, 31 Des 2025 19:28 WIB
Gadis Sisa Kerangka di Halmahera Utara Ternyata Dihabisi Pacar
Foto: Rilis kasus pembunuhan gadis yang mayatnya sisa kerangka di Halmahera Utara. (dok. Istimewa)
Jogja -

Gadis berinisial CLK (18) ditemukan tewas sisa kerangka di bawah jembatan di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), maluku Utara. Korban ternyata tewas dibunuh pacarnya AW.

"Pelaku utamanya si AW. Dia pukul korban di bagian kepala," kata Kasat Reskrim Polres Halut Iptu Rinaldi Anwar kepada detikcom, dikutip dari detikSulsel, Rabu (31/12/2025).

Dalam kasus ini polisi juga mengamankan dua pelaku yakni RJ dan IS. Ketiganya ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah kita tetapkan tersangka. Inisial tersangka AW, RJ, dan IS, mereka berteman," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Penetapan ketiga tersangka dilakukan pada Jumat (26/12). Ketiganya pun menyerahkan diri ke polisi.

"Hari Jumat kemarin. Mereka bertiga menyerahkan diri ke polisi," ungkap Rinaldi.

Korban CLK tewas usai pelaku AW memukul kepala korban. Setelahnya, pelaku RJ dan IS ikut membuang serta menggali tanah tempat jasad korban pertama kali ditemukan.

"Iya benar, 2 di antaranya menyembunyikan kejadian ini. Kemudian ikut membantu menggali tanah tempat korban pertama kali sebelum dipindahkan dan ikut memindahkan jasad korban," imbuhnya.

Atas perbuatannya ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan atau Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 181 juncto 55. Ketiganya kini telah diamankan di Polres Halmahera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita kenalan Pasal 338 dan atau Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 181 juncto 55," tuturnya.

Sebagai informasi, jasad korban ditemukan di bawah jembatan Sungai Desa Wari, Kecamatan Tobelo, Halut, Kamis (25/12) sekitar pukul 05.00 WIT. Temuan itu lalu dilaporkan keluarga ke polisi.

"Ditemukannya sama keluarga di dalam karung (sisa kerangka) karena di situ kecium bau busuk," ujar Iptu Rinaldi kepada detikcom, Sabtu (27/12).

Korban dilaporkan hilang sejak Selasa (16/12). Keluarga terakhir melihat korban pada Sabtu (13/12).

"Jadi korban terakhir dilihat pihak keluarga dan teman-temannya di tanggal 13 Desember, kemudian dilaporkan di Polres pada tanggal 16 Desember," pungkasnya.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads