Gadis berinisial CLK (18) yang mayatnya ditemukan sisa kerangka di bawah jembatan ternyata dibunuh pacarnya, AW di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara. AW melakukan pembunuhan setelah memukul kepala korban.
"Pelaku utamanya si AW. Dia pukul korban di bagian kepala," kata Kasat Reskrim Polres Halut Iptu Rinaldi Anwar kepada detikcom, Rabu (31/12/2025).
Polisi turut menangkap dua pelaku lain, RJ dan IS yang merupakan rekan dari AW. Ketiga pelaku sudah ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kita tetapkan tersangka. Inisial tersangka AW, RJ, dan IS, mereka berteman," tuturnya.
Rinaldi mengungkap, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (26/12) lalu. Ketiga diamankan setelah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
"Hari Jumat kemarin. Mereka bertiga menyerahkan diri ke polisi," ungkap Rinaldi.
Rinaldi menuturkan, korban dibunuh oleh AW. Setelah korban meninggal, pelaku RJ dan IS ikut membuang serta menggali tanah tempat jasad korban pertama kali ditemukan.
"Iya benar, 2 di antaranya menyembunyikan kejadian ini. Kemudian ikut membantu menggali tanah tempat korban pertama kali sebelum dipindahkan dan ikut memindahkan jasad korban," imbuhnya.
Ketiga pelaku dikenakan Pasal 338 dan atau Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 181 juncto 55. Ketiganya kini telah diamankan di Polres Halmahera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kita kenalan Pasal 338 dan atau Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 181 juncto 55," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, jasad kerangka korban ditemukan di bawah jembatan sungai Desa Wari, Kecamatan Tobelo, Halut, Kamis (25/12) sekitar pukul 05.00 WIT. Pihak keluarga yang menemukan jasad korban kemudian melapor ke polisi.
"Ditemukannya sama keluarga di dalam karung (sisa kerangka) karena di situ kecium bau busuk," ujar Iptu Rinaldi kepada detikcom, Sabtu (27/12).
Pihak keluarga melaporkan bahwa korban telah hilang pada Selasa (16/12). Sebab, pihak keluarga terakhir kali melihat korban pada Sabtu (13/12).
"Jadi korban terakhir dilihat pihak keluarga dan teman-temannya di tanggal 13 Desember, kemudian dilaporkan di Polres pada tanggal 16 Desember," pungkasnya.
(sar/ata)
