Renungan Harian Katolik 29 Desember 2025 dan Bacaan Injil: Harapan

Renungan Harian Katolik 29 Desember 2025 dan Bacaan Injil: Harapan

Santo - detikJogja
Senin, 29 Des 2025 03:30 WIB
Renungan Harian Katolik 29 Desember 2025 dan Bacaan Injil: Harapan
Renungan Katolik. (Foto: RomΓ©o A./Unsplash)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 29 Desember 2025 merupakan Peringatan Fakultatif St Tomas Becket. Dengan Santo-Santa Santo Thomas Becket dari Canterbury, Uskup dan Martir; Santo Kaspar Del Bufalo, Pengaku Iman; dan Daud, Raja Israel Yang Terbesar. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.

Mengangkat tema tentang harapan dan sukacita, mari simak renungan Katolik hari Senin, 29 Desember 2025 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Habel Melki Makarius CM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Senin, 29 Desember 2025

Bacaan Liturgi Hari Ini 29 Desember 2025

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan liturgi Katolik hari ini. Adapun menurut kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, bacaan liturgi hari ini adalah 1Yoh 2:3-11; Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6; Luk 2:22-35; dan BcO Kid 1:1-8. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 1Yoh 2:3-11;

  • 1Yoh 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
  • 1Yoh 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
  • 1Yoh 2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
  • 1Yoh 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
  • 1Yoh 2:7 Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
  • 1Yoh 2:8 Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
  • 1Yoh 2:9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
  • 1Yoh 2:10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
  • 1Yoh 2:11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Bacaan Mazmur Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6;

  • Mzm 96:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
  • Mzm 96:2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
  • Mzm 96:2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
  • Mzm 96:3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.
  • Mzm 96:5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.
  • Mzm 96:6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.

Bacaan Injil Luk 2:22-35

  • Luk 2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
  • Luk 2:23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
  • Luk 2:24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
  • Luk 2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
  • Luk 2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
  • Luk 2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
  • Luk 2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
  • Luk 2:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
  • Luk 2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
  • Luk 2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
  • Luk 2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
  • Luk 2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
  • Luk 2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
  • Luk 2:35 dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri?,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Bacaan Ofisi Kid 1:1-8

  • Kid 1:1 Kidung agung dari Salomo.
  • Kid 1:2 -Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,
  • Kid 1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
  • Kid 1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!
  • Kid 1:5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
  • Kid 1:6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.
  • Kid 1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
  • Kid 1:8 -Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

Renungan Harian Katolik Senin 29 Desember 2025

Dunia sering menghadapi konflik, perpecahan, krisis moral, hingga ketidakadilan. Penderitaan orang-orang yang mengalami ketidakadilan tersaji dengan jelas di hadapan kita. Jeritan kemiskinan selalu terngiang dalam pendengaran kita.

Kita sendiri juga mengalami berbagai tantangan dalam usaha memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Tantangan-tantangan itu tidak jarang membuat kita tergoda untuk mencari jalan keluar sendiri, lepas dari jalan yang dikehendaki Allah.

Dalam renungan harian Katolik hari ini, kisah Simeon dihadirkan bagi kita. Dia adalah orang yang senantiasa menjunjung tinggi janji-janji Allah, meskipun penggenapan janji-janji itu menempuh jalan yang sangat panjang. Teladan Simeon merupakan panggilan bagi kita untuk melakukan hal yang serupa.

Menurut ketentuan hukum Musa, semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Tuhan. Sebagai orang Yahudi yang taat, Yusuf dan Maria melaksanakan kewajiban itu, sehingga mereka pun membawa Yesus ke Bait Allah.

Saat melangkah memasuki Bait Allah, mereka disambut oleh seorang laki-laki saleh bernama Simeon, satu dari sedikit orang beriman yang hidupnya dipenuhi harapan akan penghiburan bagi Israel. Sejarah Israel yang penuh dengan penindasan dan ketidakstabilan menciptakan beragam reaksi di kalangan bangsa Yahudi.

Para nabi telah menubuatkan kedatangan seorang Mesias yang akan membawa penghiburan bagi mereka. Sebagian orang berharap bahwa Mesias akan tampil sebagai pemimpin politik yang akan menyatukan dan membangun kembali kejayaan bangsa.

Sebagian yang lain bersikap acuh tak acuh terhadap nubuat ini. Namun, segelintir orang tetap setia, seperti Simeon ini. Mereka percaya bahwa Mesias akan menghadirkan pembaruan rohani.

Simeon bukan bagian dari golongan Farisi, Saduki, atau ahli Taurat. Dia hanyalah seorang Yahudi awam, tetapi saleh, setia, dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Roh Kudus sendiri yang mewahyukan kepadanya bahwa dia tidak akan meninggalkan dunia ini sebelum menyaksikan kedatangan sang Mesias.

Pada hari ketika Yusuf dan Maria datang ke Bait Allah bersama Yesus, Roh Kudus memimpin langkah Simeon ke sana. Dalam momen yang penuh sukacita ini, ia mengenali sang Kristus kecil.

Dengan penuh kegembiraan karena pengharapannya terpenuhi, ia menggendong Yesus seraya berdoa penuh syukur, "Tuhan, kini biarkanlah hambamu berpulang dalam damai, sebab janji-Mu telah terlaksana."

Pribadi yang senantiasa menanti janji Allah akan menemukan sukacita yang bersumber dari Allah sendiri. Allah datang dalam diri kita dan membuka hati kita untuk senantiasa memuji-Nya.

Penantian Simeon akan janji Allah terpenuhi bukan oleh hal-hal duniawi yang dahsyat dan istimewa, melainkan oleh kehadiran sederhana dalam rupa Yesus yang kecil dan lemah. Dari hal-hal yang kecil dan sederhana, kita akan menemukan kebesaran karya Allah yang selalu datang dalam hidup kita, yang menanti-Nya dengan penuh harapan dan sukacita.

Doa penutup

Tuhan, terangilah kami dengan cahaya Ilahi, agar kami dapat melintasi kegelapan hidup ini dan sampai kepada terangMu yang kekal. Demi Yesus Kristus PutraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari Senin, 29 Desember 2025 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.




(sto/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads