Seorang Pria Ludahi Kasir Swalayan di Makassar Usai Potong Antrean

Regional

Seorang Pria Ludahi Kasir Swalayan di Makassar Usai Potong Antrean

Nur Hidayat Said - detikJogja
Jumat, 26 Des 2025 09:58 WIB
Pria paruh baya meludahi kasir swalayan di Makassar.
Foto: Pria paruh baya meludahi kasir swalayan di Makassar. (dok. istimewa)
Jogja -

Seorang pria paruh baya di Makassar, Sulawesi Selatan, menuai kemarahan warganet karena viral terekam meludahi seorang kasir sebuah swalayan. Begini kronologi yang disampaikan korban.

Korban, N (21), mengungkap kejadian berawal saat pelaku yang merupakan lelaki paruh baya mengantre di swalayan yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu, tiba-tiba pelaku menyela antrean depan kasir.

"Awalnya itu sementara transaksi (layani konsumen lain). Terus kulihat memang itu di depan itu bapak kayak gelisah mau masuk ini di antrean," ujar N kepada detikSulsel, Kamis (25/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

N kemudian menegur lelaki itu, dan memintanya untuk antre dari belakang karena ada pembeli lain yang sudah menunggu. Namun, teguran korban rupanya membuat pelaku tersinggung, yang kemudian melemparkan keranjang belanjaannya.

ADVERTISEMENT

"Langsung saya tanya bilang, 'Maaf, Pak. Ada antrean dari belakang. Antre dari belakang ki dulu'. Dia langsung marah sambil na lempar itu keranjangnya. Dia bilang, 'Transaksikan saja anuku (belanjaanku)'," katanya.

Situasi sempat mereda ketika N memutuskan mengalah dan melayani pelaku demi menghindari keributan. Namun, pelaku ternyata masih kesal. Ia terus melontarkan makian dan menyebut cara pelayanan korban yang kasar.

"Jadi, saya diam di situ, saya bilang biar mi pale (ya sudah). Dia langsung bilang, 'Kurang ajar caramu melayani begitu. Saya juga mau ji membayar. Kenapa kau kurang ajar'," tuturnya menirukan ucapan pelaku.

Korban Diludahi

N kembali memberi tahu secara halus alasannya menegur karena pria tersebut sudah menyela antrean. Namun, belum selesai menjelaskan, tiba-tiba pelaku meludahi korban.

"Saya bilang, 'Karena ada antrean dari belakang, Pak. Tabe' jadi harus ki dulu mengantre'. Di situ belum selesai (saya) bicara langsung diludahi. Muka sama jilbab, baju (kena)," bebernya.

Setelah kejadian itu, N yang merasa syok langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia juga mengaku sempat meminta maaf kepada pelaku meski dirinya yang menjadi korban perlakuan kasar.

"Syok. Saya langsung lari naik ke WC cuci muka. Dia suruh ka minta maaf, jadi sempat ja minta maaf di situ. Karena kupikir nanti kalau panjangi, kupikir kalau kulawan tambah panjang lagi masalah," ucapnya.

Korban Trauma

N mengaku dirinya trauma dengan kejadian tersebut. Saat kejadian, kata dia, rekan kerja maupun pelanggan lain yang berada di lokasi tidak dapat berbuat banyak.

"Masih trauma. Ada pelanggan lain yang lihat, tapi tidak bilang-bilang juga. Cuma na lihat ja. Itu temanku yang di dekatku cuma diam ji kodong karena takut juga," ungkapnya.

Pihak keluarga N menegaskan tidak menerima perlakuan tersebut dan memastikan kasusnya telah dilaporkan ke Polsek Tamalanrea agar diproses sesuai hukum yang berlaku. N berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporannya.

"Karena dari pihak keluarga tidak terima sama ini kejadian. Iya, (diproses hukum) kalau bisa," harapnya.



(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads