Bacaan Dzikir Setelah Sholat Maghrib: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Maghrib: Arab, Latin, dan Artinya

Ulvia Nur Azizah - detikJogja
Kamis, 25 Des 2025 16:05 WIB
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Maghrib: Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi doa dan dzikir setelah sholat Maghrib. Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash
Jogja -

Sholat maghrib menandai peralihan dari siang menuju malam. Di waktu inilah umat Islam dianjurkan tidak langsung beranjak, tetapi melanjutkan dengan dzikir yang memiliki keutamaan khusus sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Ada bacaan dzikir yang dikhususkan dibaca setelah sholat maghrib saja, berbeda dengan dzikir setelah sholat wajib lainnya. Karena setiap bacaan dzikir ini berasal dari dalil yang jelas berupa hadits, maka kita dianjurkan untuk mengikutinya.

Nah, supaya kita dapat mengamalkan dzikir setelah sholat maghrib dengan tertib, mari simak rangkaian bacaan lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya berikut ini, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Dzikir setelah sholat maghrib memiliki bacaan khusus dengan keutamaan perlindungan hingga pagi.
  • Setiap dzikir dianjurkan dibaca sepuluh kali dan sebagian dilakukan sebelum berbicara.
  • Bacaan disertai dalil hadits shahih sebagai panduan amalan harian.

ADVERTISEMENT

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Maghrib

Ada dzikir berbeda yang sebaiknya dibaca oleh umat Islam setelah menunaikan sholat maghrib dan subuh. Sebagaimana dijelaskan Ahmad Abdul Jawwad dkk dalam buku Amalan Doa dan Dzikir dalam Sholat Nabi, berikut ini beberapa bacaan yang diamalkan dalam keadaan duduk setelah salam.

1. Bacaan I (10 Kali)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari Abu Ayyub radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang mengucapkannya ketika selesai sholat maghrib sebanyak sepuluh kali, maka akan dituliskan baginya sepuluh kebaikan, dihapuskan sepuluh keburukan, diangkat sepuluh derajat, pahalanya setara dengan membebaskan empat budak, dan bacaan itu menjadi penjaga baginya dari setan hingga pagi hari." (Hadits hasan lighairihi, diriwayatkan dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib karya Syaikh Al-Albani)

2. Bacaan II (10 Kali, Sebelum Berbicara)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu biyadihil-khair wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa siapa yang membacanya setelah sholat maghrib sepuluh kali sebelum berbicara, maka ia diberi pahala sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh keburukan, diangkat sepuluh derajat, setara membebaskan sepuluh budak, dijaga dari setan dan segala keburukan, serta tidak akan tertimpa dosa kecuali syirik. (Diriwayatkan dalam A'malul Yaum wal Lailah.)

3. Bacaan III (10 Kali)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu yuḥyī wa yumīt wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari 'Umarah bin Syabib as-Saba'i radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang mengucapkannya sepuluh kali setelah sholat maghrib, maka Allah akan mengutus malaikat bersenjata untuk menjaganya dari setan hingga pagi. Dituliskan sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh keburukan yang membinasakan, dan pahalanya setara dengan membebaskan sepuluh budak yang beriman." (HR Tirmidzi)

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Wajib

Sementara itu, untuk sholat wajib lainnya kecuali maghrib dan subuh, berikut ini merupakan bacaan dzikir yang dianjurkan sesuai sunnah. Ini merupakan penjelasan yang dikutip dari buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW tulisan Ustadz Arif Rahman.

1. Istighfar dan Doa Keselamatan

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Astaghfirullāh, astaghfirullāh, astaghfirullāh. Allāhumma antas-salām wa minkas-salām tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah (3 kali). Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera dan dari-Mu lah kesejahteraan. Maha Suci Engkau wahai Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan.

2. Dzikir Tauhid dan Penyerahan Diri

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. Allāhumma lā māni'a limā a'thaita wa lā mu'thiya limā mana'ta wa lā yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd.
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan di hadapan-Mu.

3. Dzikir Tauhid Lengkap

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. Lā hawla wa lā quwwata illā billāh. Lā ilāha illallāh wa lā na'budu illā iyyāh, lahun-ni'matu wa lahul-fadhlu wa lahuts-tsanā'ul-hasan. Lā ilāha illallāh mukhlishīna lahud-dīn walau karihal-kāfirūn.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya segala nikmat, karunia, dan pujian yang baik. Kami memurnikan ibadah hanya kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membencinya.

4. Doa Memohon Pertolongan dalam Ibadah

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَىٰ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allāhumma a'innī 'alā dzikrika wa syukrika wa husni 'ibādatika.
Artinya: Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.

5. Tasbih, Tahmid, dan Takbir

سُبْحَانَ اللَّهِ
Subhānallāh (33 kali)
Artinya: Maha Suci Allah.

الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillāh (33 kali)
Artinya: Segala puji bagi Allah.

اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar (33 kali)
Artinya: Allah Maha Besar.

Untuk melengkapi menjadi 100 kali dibaca:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

6. Membaca Surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallāhu ahad. Allāhush-shamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahū kufuwan ahad.
Artinya: Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

7. Membaca Surah Al-Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'ūdzu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri ghāsiqin idzā waqab wa min syarrin-naffātsāti fil-'uqad wa min syarri hāsidin idzā hasad.
Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila gelap, dari kejahatan tukang sihir, dan dari kejahatan orang yang dengki.

8. Membaca Surah An-Naas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a'ūdzu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās alladzī yuwaswisu fī shudūrin-nās minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.

9. Membaca Ayat Kursi

اللَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allāhu lā ilāha illā huwal-hayyul-qayyūm lā ta'khudzuhū sinatun wa lā naum lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ardh man dzalladzī yasyfa'u 'indahū illā bi-idznih ya'lamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum wa lā yuhīthūna bisyai'in min 'ilmihī illā bimā syā'a wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ardh wa lā ya'ūdihū hifzhuhumā wa huwal-'aliyyul-'azhīm.

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan terus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dia Maha Tinggi dan Maha Besar.

Demikianlah tadi penjelasan lengkap mengenai bacaan dzikir yang dianjurkan diamalkan setelah sholat maghrib. Semoga bermanfaat!




(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads