Respons Menyentuh Perebut Senjata Penembak di Bondi Setelah Dapat Rp 41 M

Internasional

Respons Menyentuh Perebut Senjata Penembak di Bondi Setelah Dapat Rp 41 M

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Jumat, 19 Des 2025 10:59 WIB
This handout photo taken and received from the NSW Premiers Department on December 15, 2025 shows New South Wales Premier Chris Minns (L) talking with Ahmed Al Ahmed, the man who tackled and disarmed one of the Bondi beach attackers, at St George Hospital in Sydney. Australias leaders agreed on December 15 to tougher gun laws after the countrys worst mass shooting in almost three decades saw a father and son open fire on a Jewish festival at Bondi Beach, killing 15 people including a child. (Photo by Handout / NSW Premiers Department / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT
Momen Ahmed al Ahmed yang sedang dirawat di rumah sakit dikunjungi oleh Premier New South Wales, Chris Minns, yang memujinya sebagai
Jogja -

Pria yang menyergap penembak di Pantai Bondi, Australia, Ahmed al-Ahmed mednapatkan cek dengan total senilai US$2,5 juta (sekitar Rp 41 miliar). Ahmed kemudian mempertanyakan apakah dirinya pantas menerima itu.

Dikutip dari detikNews, cek itu diberikan untuk mendukung keberanian Ahmed yang rela ditembak lima kali oleh pelaku demi merebut senjata yang digunakan untuk menembaki warga.

Zachery Dereniowski, seorang tokoh publik di Instagram mendokumentasikan pertemuan mereka saat menyerahkan cek dalam sebuah video yang dibagikan di platform tersebut. Dereniowski menyebut uang tersebut dikumpulkan secara kolektif dari 43.000 orang dari seluruh dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Al Arabiya, Jumat (19/12/2025), dalam sebuah video Ahmed masih terlihat terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan gips di tangan kirinya yang terkena tembakan pelaku.

"Apakah saya pantas mendapatkannya?" tanya pria berusia 43 tahun itu, ketika ia menerima cek tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ketika saya menyelamatkan orang-orang, saya melakukannya dari hati," kata Ahmed, menceritakan kembali serangan yang terjadi selama perayaan Hanukkah Yahudi tersebut.


Peristiwa yang terjadi hari Minggu (14/12) lalu itu merenggut 15 nyawa dan 42 orang terluka. Ada dua pelaku dalam insiden mematikan tersebut.

Kisah Ahmed menyebar setelah video aksi heroiknya beredar ke seluruh dunia. Dia dengan berani merebut senjata salah satu pelaku hingga akhirnya dia mengalami lima luka tembak.

"Semoga Tuhan melindungi Australia, 'Aussie, Aussie, Aussie,'" katanya sambil tersenyum.

Untuk diketahui, Kepolisian New South Wales, Australia mendakwa tersangka pelaku penembakan di Pantai Bondi, Naveed Akram, dengan dakwaan terorisme dan 15 dakwaan pembunuhan, serta sejumlah kejahatan lainnya.

"Polisi akan menyatakan di pengadilan bahwa pria tersebut terlibat dalam tindakan yang menyebabkan kematian, cedera serius, dan membahayakan nyawa untuk memajukan tujuan keagamaan dan menimbulkan ketakutan di masyarakat," kata polisi negara bagian New South Wales, dilansir kantor berita AFP.

"Indikasi awal menunjukkan ini serangan teroris yang terinspirasi ISIS, sebuah organisasi teroris yang terdaftar di Australia," kata mereka dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama lain untuk kelompok Negara Islam (IS).



(alg/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads