Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 6 November 2025 merupakan hari biasa. Dengan orang kudus Santo Nuno Pereira, Pengaku Iman; Santo Leonardus dari Noblac, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah hijau.
Mengangkat tema tentang surga, mari simak renungan Katolik hari Kamis, 6 November 2025 yang dihimpun detikJogja dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Budi Ingelina. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 6 November 2025
Bacaan Liturgi 6 November 2025
Bacaan I Rm. 14:7-12;
- Rm 14:7 Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri.
- Rm 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.
- Rm 14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
- Rm 14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
- Rm 14:11 Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah."
- Rm 14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
Bacaan Mazmur Mzm. 27:1,4,13-14;
- Mzm 27:1 Dari Daud. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
- Mzm 27:4 Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya.
- Mzm 27:13 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!
- Mzm 27:14 Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
Bacaan Injil Luk. 15:1-10.
- Luk 15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
- Luk 15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
- Luk 15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
- Luk 15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
- Luk 15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
- Luk 15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
- Luk 15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
- Luk 15:8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
- Luk 15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
- Luk 15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Bacaan Ofisi Yer. 31:15-22,27-34.
- Yer 31:15 Beginilah firman Tuhan: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.
- Yer 31:16 Beginilah firman Tuhan: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman Tuhan; mereka akan kembali dari negeri musuh.
- Yer 31:17 Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman Tuhan: anak-anak akan kembali ke daerah mereka.
- Yer 31:18 Telah Kudengar sungguh-sungguh Efraim meratap: Engkau telah menghajar aku, dan aku telah menerima hajaran, seperti anak lembu yang tidak terlatih. Bawalah aku kembali, supaya aku berbalik, sebab Engkaulah Tuhan, Allahku.
- Yer 31:19 Sungguh, sesudah aku berbalik, aku menyesal, dan sesudah aku tahu akan diriku, aku menepuk pinggang sebagai tanda berkabung; aku merasa malu dan bernoda, sebab aku menanggung aib masa mudaku.
- Yer 31:20 Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman Tuhan.
- Yer 31:21 Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan, pasanglah bagimu tanda-tanda jalan; perhatikanlah jalan raya baik-baik, yakni jalan yang telah kautempuh! Kembalilah, hai anak dara Israel, kembalilah ke kota-kotamu ini!
- Yer 31:22 Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat? Sebab Tuhan menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki."
- Yer 31:27 "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan melimpahi kaum Israel dan kaum Yehuda dengan benih manusia dan benih hewan.
- Yer 31:28 Maka seperti tadinya Aku berjaga-jaga atas mereka untuk mencabut dan merobohkan, untuk meruntuhkan dan membinasakan dan mencelakakan, demikianlah juga Aku akan berjaga-jaga atas mereka untuk membangun dan menanam, demikianlah firman Tuhan.
- Yer 31:29 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu,
- Yer 31:30 melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.
- Yer 31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
- Yer 31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman Tuhan.
- Yer 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
- Yer 31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman Tuhan, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
Renungan Harian Katolik Hari Ini
Ada pendapat bahwa surga itu milik orang-orang tertentu saja. Ada yang bahkan yakin bahwa dirinya punya hak istimewa untuk menjadi penghuni surga, sementara yang lain tidak.
Ukuran kelayakan yang sering dipakai adalah ukuran yang mampu mereka pikirkan, sejauh yang bisa diterima oleh akal sehat mereka sendiri. Yang rajin beribadah, gemar bersedekah, atau terpandang dalam hidup kerohanian pastilah mendapat tiket masuk Kerajaan Surga, tetapi orang-orang yang hidupnya berlumuran dosa tentu tidak.
Karena pemikiran seperti itu, kelompok yang yakin bahwa hidup mereka suci dan siap menikmati surga umumnya merasa diri berbeda dengan orang-orang di luar kelompok mereka. Agar kesucian itu tidak ternoda, biasanya mereka membuat batasan-batasan.
Mereka menjauh dan memisahkan diri dari kelompok-kelompok yang mereka pandang penuh dosa. Orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menganut konsep yang sama. Karena itu, ketika Yesus menerima para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, bahkan makan bersama dengan orang-orang itu, mereka menjadi marah dan melontarkan kecaman.
Yesus mengingatkan bahwa Ia tidak akan meninggalkan satu pun domba-Nya atau dirham-Nya yang hilang. Yang hilang akan dicari hingga ditemukan kembali, sebab "akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat".
Semua orang diharapkan masuk surga, bahkan mereka yang sudah hilang atau berdosa dan meninggalkan-Nya. Bukankah untuk itulah Yesus datang ke dunia, menderita, dan mati di kayu salib?
Misi Tuhan adalah penebusan dosa dan penyelamatan, bukan untuk satu orang atau kelompok tertentu saja, melainkan untuk semua manusia, terutama mereka yang berdosa. Dosa menjauhkan manusia dari Tuhan.
Saat manusia berdosa, ia terpisah jauh dari Tuhan. Namun, orang berdosa jangan disamakan dengan penderita penyakit menular yang harus dihindari agar kita tidak tertular. Sebaliknya, karena orang berdosa berada jauh dari Tuhan, tugas kitalah yang mengaku sebagai murid Tuhan untuk mewartakan pertobatan dan Kerajaan Allah kepada mereka.
Ingat, cari dan temukan yang hilang! Tuhan tidak ingin kita hanya memperjuangkan keselamatan bagi diri kita sendiri. Tuhan ingin agar kita mengasihi sesama sama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
Jika kita menginginkan surga dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, berarti kita pun harus menginginkan surga bagi sesama dan membantu mereka yang tersesat untuk bisa menemukan jalan yang benar.
Doa Penutup
Allah yang kekal dan kuasa, terangilah kiranya bangsa-bangsa yang meringkuk dalam kegelapan maut. Sinarilah mereka dengan terang cahaya-Mu, yang telah terbit laksana fajar cemerlang, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Kamis, 6 November 2025 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
(sto/afn)












































Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping
Fakta Sejauh Ini soal Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Bantul