Polda DIY Tutup Sementara Layanan SPKT dan SKCK Imbas Demo Ricuh

Polda DIY Tutup Sementara Layanan SPKT dan SKCK Imbas Demo Ricuh

Jalu Rahman Dewantara, Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 30 Agu 2025 20:20 WIB
Ilustrasi mengurus SKCK
Ilustrasi mengurus SKCK. Foto: Rachman_Foto
Sleman -

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan penutupan sementara layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Penutupan ini dampak dari kerusuhan yang terjadi saat demo di Mapolda DIY, Sleman pada Jumat (29/8) lalu.

Informasi tersebut sebagaimana diunggah dalam akun Instagram resmi Polda DIY @poldajogja. Untuk pelayanan pelaporan dan SKCK untuk sementara bisa dilakukan di Polres terdekat.

"MOHON MAAF PELAYANAN TERGANGGU. Sehubungan dengan terjadinya kericuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di Mapolda DIY dan berimbas pada peralatan serta sistem, untuk pelayanan Pelaporan dan SKCK dapat mendatangi Polres terdekat," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJogja, Sabtu (30/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, membenarkan bahwa pelayanan di SPKT Polda DIY untuk sementara waktu dihentikan. Ini merupakan imbas dari demonstrasi pada Jumat (29/8) malam.

ADVERTISEMENT

Dalam demo tersebut, gedung SPKT dan ruang pelayanan SKCK terbakar hebat. Sehingga belum bisa difungsikan dalam waktu dekat ini.

"Kami sangat menyayangkan karena ruang sentra pelayanan kepolisian terpadu atau SPKT dan ruang pelayanan SKCK juga menjadi sasaran pembakaran, sehingga sangat berdampak terhadap pelayanan masyarakat yang harus kami tutup sementara," ucapnya dalam keterangan resmi kepada wartawan Sabtu (30/8).

Bagi masyarakat yang akan membuat laporan pengaduan maupun laporan kehilangan, termasuk SKCK, dapat mendatangi Polres yang ada di wilayah Polda DIY. Sedangkan untuk perizinan tetap dilayani di ruang Direktorat Intelkam Polda DIY.

Terkait dengan insiden kemarin, Ihsan mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dalam hal penyampaian aspirasi. Selain itu jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang beredar di media sosial.

"Kami memahami keresahan yang terjadi di masyarakat saat ini, namun kami mengimbau untuk dapat menyampaikan aspirasi dengan tidak melakukan tindakan anarkis yang justru akan merugikan banyak pihak," ucapnya.

Sebelumnya, massa kembali menduduki halaman Mapolda DIY, Sleman usai sempat dipukul mundur menggunakan tembakan gas air mata. Kali ini, massa membakar kantor SPKT Polda DIY.

Dari pantauan detikJogja di lokasi, Jumat (29/8/2025) pukul 20.16 WIB, terlihat api berkobar di kantor SPKT Polda DIY. Massa yang sebelumnya sempat mundur ke jalanan kembali merangsek masuk ke dalam area Polda DIY dan terkonsentrasi di halaman.

Massa juga terlihat ada beberapa di luar gerbang Polda DIY. Selain itu anggota TNI ikut berjaga di lobi Polda DIY. Tembakan gas air mata juga kembali ditembakkan untuk mengurai massa.

Adapun pada pantauan terbaru Sabtu sore, terlihat kawat berduri yang memagari kompleks Polda. Suasana di dalam Mapolda DIY juga tampak lengang, hanya beberapa aparat kepolisian saja yang berjaga.




(apu/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads