Demo di Mapolda DIY, Sleman, juga menyebabkan pos polisi Condong Catur (Concat) dirusak. Pospol itu kini tampak penuh coretan 'ACAB', 1312, dan bolong tanpa kaca.
Pos polisi yang rusak itu berada di simpang empat Condongcatur, Sleman. Dari pantauan detikJogja di lokasi, Sabtu (30/8/2025) siang ini, nampak kondisi pos rusak parah, di mana seluruh kacanya pecah dan sebagian besar atapnya raib.
Pos tersebut juga dipenuhi coretan bernada olok-olok terhadap institusi polisi. Selain itu juga terdapat poster ejekan terhadap polisi dan sindiran terkait dengan aksi polisi dalam demo di Jakarta hingga menewaskan pengendara ojol bernama Affan Kurniawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Baca juga: Massa Rusak Pos Polisi Condongcatur Sleman |
Ojol Bantu Atur Lalin di Simpang Concat
Di lokasi yang sama, traffic light simpang empat Condong Catur juga mati total. Beruntung, ada sejumlah pengemudi ojol dan seorang mahasiswa yang melakukan pengaturan arus lalu lintas secara mandiri.
"Nah kebetulan kan tadi saya pas lewat ya, terus lihat kok ada Grab sama mas-mas mahasiwa ngatur jalan, akhirnya ikut bantu. Ini inisiatif sendiri, gak ada niatan mau nyari uang atau apapun itu," ucap salah satu pengemudi ojol, Andi saat ditemui di lokasi.
"Saya juga awalnya nggak kenal sama temen-temen yang ngatur lalin ini, jadi benar-benar ini inisiatif masing-masing," jelasnya.
![]() |
Andi mengatakan lampu traffic light Simpang Condongcatur sudah tidak berfungsi sejak demo di depan Mapolda DIY pecah hingga berujung kericuhan tadi malam.
"Dari tadi malam sudah mati, kalau nggak salah kejadian jam 22.00 WIB, atau sebelum pos polisi ini rusak. Nah mungkin massa mengenai kabel (penghubung traffic loght) atau apa, saya sendiri kurang tahu. Yang pasti habis itu mati pet,"ujarnya.
Andi mengatakan pengaturan arus lalu lintas secara mandiri di Simpang empat Condongcatur, akan dilakukan setidaknya sampai ada bantuan lain. Untuk saat ini, Andi beserta dua ojol dan satu mahasiswa yang membantu pengaturan lalin bakal tetap di lokasi hingga beberapa jam ke depan.
"Kalau di sini rencananya sampai kapan kurang tahu. Cuma istilahnya selama saya masih mampu ya di sini, misal udah capek ya istirahat. Kalau nanti ada ojol mau bantu ya monggo. Tapi ini gak ada imbalan, karena ini jalan umum misal ada yang ngasih alhamdulillah, enggak juga gapapa. Apalagi tadi ada truk ngasih minuman makanan itu, tanda terimakasih karena sama-sama kerja di jalan," terangnya.
(ams/ams)
Komentar Terbanyak
Pengakuan Pacar-pacar Eks Dirut Taspen Kosasih, Dikado Mobil-Dibelikan Tas LV
Pihak Keluarga Sebut Persiapan Arya Daru ke Finlandia Tepis Anggapan Bunuh Diri
Kala UGM Buka-bukaan Tegaskan Lagi Keaslian Ijazah Jokowi