Sejarah Kampung Warna-warni Jodipan, Ikon Wisata Kota Malang

Maratus Sholikah - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 17:30 WIB
Kampung Warna-warni Jodipan Malang. Foto: Brigits_emilianav/d'Traveler
Kota Malang -

Kampung Warna-warni Jodipan menjadi salah satu destinasi wisata yang dikenal di Kota Malang, Jawa Timur. Berada di bantaran Sungai Brantas, kawasan ini memiliki ciri khas berupa rumah-rumah berwarna cerah yang menghiasi dinding, atap, hingga jalan setapak.

Sebelum dikenal sebagai tempat wisata, Jodipan merupakan permukiman yang terkesan kumuh. Perubahan wajah kawasan ini bermula dari gagasan delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 2016 yang ingin memperbaiki lingkungan melalui pengecatan dan penataan kampung.

Sejarah Kampung Warna-warni Jodipan

Sejarah Kampung Warna-warni Jodipan bermula pada 2016, saat delapan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMM mengerjakan tugas praktikum Event Public Relations.

Saat itu, Jodipan merupakan permukiman padat di bantaran Sungai Brantas dengan kondisi lingkungan yang kurang tertata. Mereka kemudian menggagas penataan kawasan melalui pengecatan rumah dan pembuatan mural untuk memperindah lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Decofresh Warnai Jodipan dengan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) sebesar Rp 200 juta dari PT Indana Paint.

Proses pengecatan dimulai sekitar Mei 2016 dengan melibatkan warga dan sejumlah pihak lainnya. Berdasarkan informasi di laman resmi UMM, sebanyak 90 rumah menjadi sasaran awal program penataan tersebut.

Bagaimana Kampung Jodipan Berubah Menjadi Destinasi Wisata?

Rumah-rumah berwarna cerah dan mural membuat Kampung Jodipan memiliki daya tarik visual yang khas. Foto-foto kawasan ini kemudian menyebar melalui media sosial dan menarik perhatian masyarakat luas.

Jodipan pun berkembang dari permukiman yang sebelumnya kurang dikenal menjadi destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan dari Malang maupun luar daerah.

Meningkatnya kunjungan wisata turut membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. Mereka dapat memperoleh penghasilan dari penjualan makanan, suvenir, hingga jasa fotografi bagi pengunjung.

Di sekitar kawasan ini, terdapat pula Kampung Tridi yang menawarkan daya tarik seni serupa dan terhubung dengan Kampung Warna-warni Jodipan melalui jembatan kaca. Keterlibatan mahasiswa, warga, sponsor, dan pemerintah turut mendukung perkembangan kawasan tersebut sebagai salah satu tujuan wisata di Kota Malang.

Daya Tarik Kampung Warna-warni Jodipan

Kampung Warna-warni Jodipan berada di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Lokasinya tidak jauh dari Stasiun Malang Kota Baru sehingga relatif mudah dijangkau wisatawan.

Salah satu daya tarik utamanya adalah Jembatan Kaca Ngalam yang menghubungkan kawasan ini dengan Kampung Tridi di seberang Sungai Brantas. Pengunjung juga dapat berfoto di sejumlah spot, seperti Tangga Pelangi, mural 3D, lorong payung, dan berbagai instalasi seni berwarna-warni.

Kampung Warna-warni Jodipan umumnya buka setiap hari sekitar pukul 07.00-17.00 atau 18.00 WIB. Harga tiket masuk Rp 5.000-Rp 10.000 per orang, bergantung kawasan yang dikunjungi. Fasilitas yang tersedia antara lain area parkir, toilet umum, warung makan, dan toko suvenir yang dikelola warga setempat.

Pemerintah Kota Malang melakukan pengecatan ulang Kampung Warna-warni Jodipan pada 5 Juni 2025 setelah muncul keluhan dari masyarakat dan wisatawan mengenai warna bangunan yang mulai memudar.

Pengecatan ulang tersebut merupakan bagian dari upaya pemeliharaan kawasan wisata agar tampilannya tetap terjaga. Perawatan secara berkala diperlukan untuk mempertahankan ciri khas Kampung Warna-warni Jodipan sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Malang.



Simak Video "Berburu Oleh-Oleh di Kawasan Arab, Kota Malang"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork