Meriah! Pawai Obor Terangi Malam Takbiran di Kota Malang

Meriah! Pawai Obor Terangi Malam Takbiran di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 20 Mar 2026 23:15 WIB
Warga Kampung Jodipaness rayakan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Warga Kampung Jodipaness rayakan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Kota Malang -

Semarak menyambut hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah terasa begitu kental di Kampung Jodipan Wetan, Kota Malang. Ribuan obor menyala terang membelah kegelapan malam saat warga setempat menggelar tradisi pawai obor pada Jumat (20/3/2026) malam.

Pantauan di lokasi, warga kampung tenar dengan nama 'Jodipaness' ini sudah mulai memadati titik kumpul di poros Jalan Jodipan Wetan Gang 1 sejak selepas salat Isya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun tampak antusias memegang bambu berisi minyak tanah dan sumbu api tersebut.
Gema takbir bersahutan mengiringi langkah kaki warga yang berkeliling kampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cahaya kuning kemerahan dari obor menciptakan nuansa religius, sekaligus hangat di sepanjang rute yang dilewati.

ADVERTISEMENT

Pawai obor ini bukan sekadar seremonial belaka. Bagi masyarakat Jodipan, kegiatan ini adalah warisan leluhur yang wajib dijaga setiap malam takbiran.

"Setiap tahun pasti ada, dan anak-anak selalu paling semangat. Ini sudah jadi tradisi yang kami jaga bersama," ujar salah satu tokoh pemuda Jodipan, Muhammad Farid kepada wartawan, Jumat (20/3/2026) malam.

Suasana semakin pecah saat rombongan pawai melintas di depan Masjid Roisiyah Kota Malang. Di titik ini, suara petasan dan warna-warni kembang api menghiasi langit, menambah kemeriahan malam kemenangan.

Warga sekitar yang bukan peserta pawai pun tak mau ketinggalan. Mereka berjajar di pinggir jalan untuk mengabadikan momen tahunan tersebut menggunakan ponsel mereka.

"Memang kegiatan seperti ini sudah turun-temurun yang terus kami lestarikan," tambah Farid.

Ada cerita menarik di balik kemeriahan malam takbiran warga kampung Jodipaness ini. Farid mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pawai obor tahun ini menelan biaya sekitar Rp 10 juta. Hebatnya, dana tersebut murni berasal dari swadaya masyarakat.

"Anggaran sekitar Rp 10 juta, dari iuran teman-teman dan warga. Termasuk warga yang sudah di luar, tapi masih antusias ikut berkontribusi," jelas Farid.

Setelah pawai, warga rombongan kembali masuk ke Jalan Jodipan Wetan Gang 1. Tradisi ini pun sukses menjadi kado manis bagi seluruh warga kampung sebelum melaksanakan salat Id keesokan harinya.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads