Ingin menikmati pemandangan gunung tanpa perlu mendaki? Berwisata ke Gunung Kelud bisa jadi solusi. Gunung berapi yang terletak di sebelah Timur Kediri ini menawarkan akses perjalanan mudah hingga kawasan puncak.
Kawasan wisata Gunung Kelud dapat dijangkau dengan kendaraan hingga area parkir utama. Selanjutnya pengunjung bisa menggunakan jasa ojek wisata atau berjalan kaki untuk mencapai kawah gunung. Dengan begitu, wisatawan dapat menikmati panorama alam dan kawah tanpa harus melewati jalur pendakian yang melelahkan.
Akses Mudah ke Kawah Kelud
Berbeda dengan gunung pada umumnya, akses jalan menuju kawah Gunung Kelud sudah beraspal sehingga perjalanan menuju lokasi menjadi lebih mudah. Akses paling praktis dapat ditempuh melalui Kabupaten Kediri atau dari arah Barat karena telah tersedia jalur wisata hingga mendekati kawasan kawah.
Kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil bisa melintas hingga batas area parkir yang ditentukan. Selanjutnya, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawah dengan menggunakan ojek wisata dengan tarif sekitar Rp 30.000-Rp 40.000, sudah termasuk pulang pergi dari area parkir ke kawah gunung.
Ojek wisata akan membawa pengunjung melewati terowongan sepanjang 200 meter sebelum tiba di kawasan kawah. Tanpa perlu mendaki jalur terjal, wisatawan tetap dapat menyaksikan langsung keindahan kawah Gunung Kelud. Jika tidak ingin menaiki ojek, pengunjung juga dapat berjalan kaki dari area parkir menuju kawah dengan waktu tempuh satu jam.
Harga tiket masuk Gunung Kelud adalah Rp 8.000 saat weekdays dan Rp 10.000 saat weekend atau hari libur. Sedangkan tarif parkirnya sebesar Rp 5.000.
Tips Berwisata ke Gunung Kelud
Agar liburan ke Gunung Kelud terasa menyenangkan, nyaman, dan aman, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Meski aksesnya tergolong mudah, persiapan tetap diperlukan agar kawasan wisata gunung berapi ini bisa dinikmati keindahannya dengan optimal.
1. Periksa Cuaca dan Status Aktivitas Gunung
Sebelum berangkat, cek terlebih dahulu kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik terkini dari sumber resmi. Mengingat Gunung Kelud masih berstatus sebagai gunung api aktif. Cuaca cerah akan memperjelas pemandangan kawah dan membuat perjalanan lebih nyaman.
2. Pilih Waktu Kunjungan yang Tepat
Waktu terbaik untuk berwisata ke Gunung Kelud adalah saat pagi hari. Loket wisata Gunung Kelud via Kediri sudah dibuka sejak pukul 07.00-16.00 WIB. Kunjungan pagi hari bahkan sebelum loket dibuka menyuguhkan pemandangan alam yang lebih indah. Jika datang saat siang hari, terik matahari akan terlalu menyengat. Begitu pula dengan sore hari, waktu kunjungan menjadi lebih singkat dan pemandangan tidak seindah saat pagi hari.
3. Siapkan Pakaian yang Sesuai
Bawa jaket atau pakaian hangat karena suhu di kawasan pegunungan bisa cukup dingin, terutama di daerah sekitar kawah. Meski jalur sekitar kawah relatif mudah, permukaan tanah dan batu bisa licin. Karena itu gunakan pula sepatu yang nyaman agar keseimbangan tetap terjaga.
4. Jangan Berada di Sekitar Kawah Terlalu Dekat
Walaupun terlihat indah dan menarik, kawah Gunung Kelud mengeluarkan gas yang berbahaya sewaktu-waktu. Karenanya pengunjung dianjurkan hanya melihat dari titik aman yang ditentukan, yaitu di depan terowongan masuk.
5. Jaga Kebersihan Lingkungan
Simpan sampah pribadi selama berada di kawasan wisata dan buang di tempat sampah yang sudah disediakan. Jagalah kebersihan alam agar tetap lestari.
Tiga Jalur Pendakian
Jika detikers merupakan pecinta alam yang suka mendaki, gunung setinggi 1731 mdpl ini juga memiliki tiga jalur trekking dari Blitar maupun Kediri. Berikut jalur mendaki Gunung Kelud yang dilansir dari Superlive.id.
Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo, Blitar
Jalur pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo, Kabupaten Blitar, menjadi salah satu jalur yang cukup dikenal pendaki. Akses menuju lokasi pendakian relatif mudah dengan rute Blitar-Wlingi-Ngantang-Selorejo. Dari kawasan tersebut, jarak menuju titik pendakian sekitar 15 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.
Jalur ini dikelola Perhutani Blitar. Setiap pendaki diwajibkan melakukan registrasi di pos pemeriksaan yang berada di dekat kawasan Hutan Pinus Loji. Setelah itu, perjalanan menuju gerbang pendakian bisa dilanjutkan dengan ojek. Akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua hingga minibus membuat jalur ini kerap ramai pengunjung.
Pendakian via Tulungrejo memiliki enam pos peristirahatan. Pendakian dimulai dari Gapura Rimba yang berada di ujung hutan pinus. Sekitar satu jam perjalanan, pendaki akan tiba di Pos 1 Srenggono Bule. Perjalanan dilanjutkan ke Pos 2 Rewondho Geni, lalu Pos 3 Camp Turonggo Pethak yang kerap dijadikan lokasi berkemah karena panoramanya.
Medan menuju Pos 4 Camp Lembu Suro tergolong lebih menantang karena melewati jalur Punggungan Naga yang sempit dan curam. Dari titik ini, pendaki dapat melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Kelud. Di kawasan puncak, masih tampak sisa-sisa dampak erupsi tahun 2014. Untuk menuju bibir kawah, pendaki perlu ekstra hati-hati karena jalurnya curam, meski sudah dilengkapi tali pengaman.
Jalur Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo, Blitar
Jalur pendakian lainnya berada di Karangrejo, Blitar. Jalur ini tergolong lebih baru, namun dikenal memiliki medan yang relatif lebih bersahabat. Akses menuju titik awal pendakian dapat dilalui sepeda motor maupun mobil, meski kondisi jalan masih berupa tanah berbatu.
Pendakian via Karangrejo memiliki empat pos utama. Pendaki wajib melakukan pendaftaran di Pos 1 Garuda Yeksa sebelum memulai perjalanan. Dari titik tersebut, perjalanan menuju Pos 2 Sekar Delima memakan waktu sekitar satu jam. Pos ini dilengkapi shelter sederhana untuk beristirahat.
Perjalanan dilanjutkan menuju Pos 3 Mahesa Suro yang memiliki area camping dan sumber air Dewi Kilisuci. Namun, jalur menuju mata air tersebut cukup curam. Dari Pos 3, medan menuju Pos 4 Puncak Pasir Jenggolo Manik tergolong ekstrem dengan tangga besi berkemiringan tajam.
Dari Pos 4, pendaki masih harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju puncak Gunung Kelud melalui jalur pasir dan batuan dengan tanjakan yang cukup menguras tenaga.
Jalur Pendakian Gunung Kelud via Kediri
Selain Blitar, pendakian Gunung Kelud juga dapat dilakukan melalui Kabupaten Kediri. Jalur ini umumnya dimulai dari Desa Sugihwaras atau Desa Puncak yang menjadi titik awal favorit pendaki. Akses menuju lokasi tergolong mudah dan telah dilengkapi fasilitas dasar seperti area parkir dan warung.
Pendakian diawali dengan jalur setapak yang relatif landai, kemudian berubah menjadi jalur berbatu dengan tanjakan yang semakin terasa. Jalur ini tidak terlalu rumit, namun pendaki disarankan tetap berjalan berkelompok atau menggunakan pemandu.
Medan pendakian via Kediri bervariasi, mulai dari tanah padat, bebatuan, hingga tanjakan curam. Waktu tempuh menuju puncak berkisar 3 hingga 5 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca. Jalur ini kerap dipilih pendaki tingkat menengah, namun pemula tetap bisa mencoba dengan persiapan yang matang.
Sesampainya di puncak, pendaki akan disuguhi pemandangan kawah Gunung Kelud yang luas dengan kontur unik akibat aktivitas vulkanik. Panorama dari puncak menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat matahari terbit maupun terbenam.
Simak Video "Bersiap Menikmati Sensasi Berkuda di Desa Fatumnasi, Nusa Tenggara Timur"
(auh/dpe)