LPSK Sebut Korban Tragedi Kanjuruhan Bisa Tuntut Ganti Rugi

LPSK Sebut Korban Tragedi Kanjuruhan Bisa Tuntut Ganti Rugi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 05 Nov 2022 21:30 WIB
Proses Autiopsi korban Kanjuruhan
Proses Autopsi korban Kanjuruhan (Foto File: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut korban Tragedi Kanjuruhan dapat menuntut restitusi atau ganti rugi dari peristiwa pidana yang terjadi. Pengajuan ganti rugi nantinya akan dinilai LPSK terlebih dahulu.

"Tapi karena ini kasus pidana, ada seseorang yang dijadikan terdakwa dalam proses pidana, tentu korban bisa mengajukan proses tuntutan restitusi atau ganti rugi dari pelaku," ujar Ketua LPSK Hasto Atmojo Suryo kepada wartawan di lokasi autopsi dua korban Kanjuruhan di Wajak, Kabupaten Malang, Sabtu (5/11/2022).

Hasto mengaku, pihaknya belum mengetahui persis apa saja tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh korban. Karena sejauh ini, LPSK belum menerima pengajuan restitusi dari korban.

"Tetapi yang menilai itu nanti LPSK. Kita belum tahu persis tuntutan apa saja yang diperlukan oleh korban atau keluarga korban. Tetapi kita akan berikan sesuai dengan mandat yang diberikan kepada LPSK," tegas Hasto.

Menurut Hasto, sesuai standarnya LPSK memberikan perlindungan secara fisik maupun perlindungan prosedural jika diperlukan. Termasuk memberikan bantuan rehabilitasi kepada saksi dan juga korban.

"Kami standar kalau ada perlindungan fisik yang diperlukan perlindungan prosedural. Kemudian jika bantuan rehabilitasi medis dan psikis akan kita berikan," pungkas Hasto.

Sejauh ini LPSK telah memberikan perlindungan terhadap 18 saksi dan korban. Ada sejumlah bentuk perlindungan yang diberikan. Yakni perlindungan fisik ketika ditemukan indikasi adanya ancaman serta intimidasi, serta pemberian pendampingan kepada saksi dan korban saat dilakukan pemeriksaan.

"Saksi dan korban yang dilindungi sebanyak 18 orang itu akan bertambah lagi. Bentuk perlindungannya seperti apa ? Ada perlindungan fisik karena ada indikasi ancaman atau intimidasi, ada juga kami berikan pendampingan saat pemeriksaan atau bersaksi," imbuh Wakil Ketua Susi Laningtyas terpisah.

Seperti diberitakan, ada 135 orang meninggal saat Tragedi Kanjuruhan terjadi, Sabtu (1/10/2022), lalu. Mabes Polri telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus tersebut. Mereka kini sudah ditahan di Polda Jawa Timur.



Simak Video "Autopsi Kanjuruhan Diwarnai Haru Keluarga, Ayah Korban Sempat Pingsan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)