Kabar Kesehatan

Kemenkes Sorot Penembakan Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan

Tim detikHealth - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 10:31 WIB
Kenapa Banyak yang Meninggal di Stadion Kanjuruhan?
Kemenkes angkat bicara soal penembakan gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan. (Foto: AFP via Getty Images/STR)
Surabaya -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) angkat bicara soal penggunaan gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya. Pihaknya mengatakan bahwa penggunaan gas air mata untuk melerai massa perlu ada kerja sama lintas sektor, serta tidak ditembakkan dalam jumlah banyak.

Hal itu dikonfirmasi oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes dr Eva Susanti. Kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mengetahui seberapa penting penggunaan gas air mata dalam sebuah acara yang dihadiri banyak massa atau masyarakat sipil.

Eva mengungkapkan, jika penggunaan gas air mata tak terlalu penting, seharusnya tidak ditembakkan dalam jumlah banyak.

"Kebijakan kita terkait penggunaan gas air mata mungkin dalam arti yang penting itu harusnya ada kerja sama lintas sektor. Apakah memang itu sangat penting digunakan, nah ini yang harus diingat," tuturnya saat konferensi pers Hari Penglihatan Sedunia 2022, dilansir dari detikHealth, Selasa (4/10/2022).

Menurut Eva, ada banyak risiko yang muncul akibat banyaknya tembakan gas air mata. Terutama di ruang setengah tertutup seperti stadion olahraga.

Risiko yang muncul misalnya, sesak napas, sulit melihat, dan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan penonton atau suporter berhamburan lantas terinjak-injak, terpukul, bertabrakan, hingga mengalami cedera.

"Kalau hanya dalam arti tidak terlalu (urgent), seharusnya tidak digunakan dalam hal yang banyak. Karena memang kalau terlalu banyak, itu akibatnya akan ada beberapa risiko. Sebenarnya gas air mata ada sedikit digunakan untuk kerusuhan dan sebagainya dan dia tidak mematikan sebenarnya," ucap dr Eva.

"Jadi seharusnya memang dalam arti penggunaan gas air mata ini harus ada kerja sama yang lebih baik, jadi ada indikasi penggunaannya," imbuhnya lagi.



Simak Video "Hilangnya Tembakan Gas Air Mata ke Tribun di Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan "
[Gambas:Video 20detik]
(hse/dte)