Suporter Persela Tahlil dan Dukung Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Suporter Persela Tahlil dan Dukung Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 03 Okt 2022 23:17 WIB
Suporter di Lamongan tahlil dna doa bersama untuk korban Tragedi Kanjuruhan
Suporter di Lamongan doa bersama untuk korban Tragedi Kanjuruhan(Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamogan -

Ratusan elemen suporter Persela Lamongan turut menggelar doa bersama untuk 125 korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan. Mereka juga mengecam pemakaian gas air mata dalam pengamanan suporter bola di dalam stadion.

Pantauan detikJatim, para suporter itu tampak duduk di tibun di Stadion Surajaya. Mereka tampak juga menyalakan lilin. Setelah itu mereka menggelar doa tahlil bersama untuk para korban.

Tak sedikit dari mereka yang sampai meneteskan air matanya, karena tak kuasa menahan kesedihan atas peristiwa yang menghilangkan ratusan nyawa itu. Mereka menilai duka itu tak hanya dirasakan Aremania, tapi seluruh suporter bola.

"Kita sangat berkabung atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan kemarin. Ini bukan hanya duka Arema sendiri, tapi ini adalah duka kita, duka seluruh suporter dan duka nasional," kata salah satu Koordinator Curva Boys Persela, Ferdy, Senin (3/10/2022).

Ferdy berharap peristiwa yang telah menghilangkan ratusan nyawa tersebut bisa membuat seluruh suporter yang ada di Indonesia bisa bersatu. Ia sepakat bahwa rivalitas hanya 90 menit di lapangan. Namun setelah itu bersaudara lagi.

"Rivalitas hanya 90 menit, selebihnya kita bersaudara. Semoga semuanya itu bisa terwujud," tuturnya.

Hal senada juga diutarakan pentolan LA Mania, Saptaya Nugraha. Dia berharap hal serupa tidak kembali terulang di masa yang akan datang.

"Kami sangat prihatin atas kejadian di Malang. Apa yang kami lakukan malam ini merupakan bentuk solidaritas kami. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Nugraha.

Sementara itu, Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal mendukung langkah pemerintah untuk mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan, Malang. Sebab jika tidak, bukan tak mungkin akan terulang lagi.

"Kami mendukung bagaimana pemerintah mengusut tuntas kasus ini, biar di kemudian hari hal seperti ini tidak terulang lagi. Sepakbola harusnya fun, enjoy, dinikmati, bukan malah berbahaya," kata Fariz.



Simak Video "Tangis Presiden Arema soal Tragedi Kanjuruhan: Saya Siap Tanggung Jawab"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)