Tragedi Kanjuruhan Lukai Hati Bonek Sebagai Sesama Suporter

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 03 Okt 2022 00:38 WIB
Cak Conk bersama Bonek Green Nord saat merencanakan Salat Gaib untuk Aremania korban tragedi Kanjuruhan.
Cak Conk bersama Bonek Green Nord saat merencanakan Salat Gaib untuk Aremania korban tragedi Kanjuruhan/(Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Perwakilan Green Nord atau Bonek Tribun Utara, Husain Ghozali turut berdukacita soal Aremania yang tewas di Stadion Kanjuruhan, Malang. Green Nord menggelar doa dan salat gaib bersama.

"Kami prihatin dan ikut belasungkawa, karena kejadian itu sangat melukai hati kami semua sebagai sesama suporter. Malam ini, kita adakan salat gaib dan tahlilan di basecamp masing-masing. Salah satunya di Kutisari, Surabaya," kata Husain kepada detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Cak Conk menegaskan, dirinya belum memiliki rencana atau wacana khusus perihal mengumpulkan donasi. Namun, tidak menutup kemungkinan hal itu akan dilakukan.

"Untuk penggalangan dana belum kepikiran, masih kami bicarakan, karena korbannya terlalu banyak, kami juga belum tahu alokasinya nanti ke mana saja. Tapi kami akan konsolidasikan kembal soal bantuan kepada para korban ini," katanya.

Pria yang akrab disapa Cak Conk itu menjelaskan, seyogyanya insiden itu menjadi cambuk sekaligus peringatan bagi semua pihak. Khususnya para panitia dan petugas keamanan. Ia tegaskan bagaimana pun juga nyawa lebih berharga dari pada sepakbola.

"Bagaimana pun juga, nyawa lebih berharga daripada sebuah sepakbola. Kita harus saling introspeksi dan evaluasi. Semua stakeholder, mulai dari bawah sampai atas, juga operator Liga LIB dan protester yang selalu minta main jam malam dengan liga krusial, tensi tinggi, dan pihak Panpel yang kapasitasnya di luar nalar," katanya.

Cak Conk menuturkan seharusnya panitia penyelenggara sadar akan kapasitas stadion. Bahkan, tidak mengesampingkan keamanan dan keselamatan para penonton.

"Stadion kapasitas 30.000 kok jadi 40.000, itu kan di luar nalar. Kan, tidak memikirkan safety-nya," tuturnya.

Cak Conk menilai, aparat keamanan juga bertindak berlebihan. Salah satunya dengan memukul dan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton. Padahal, di tribun itu ada anak-anak dan wanita.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk berbenah dan tidak saling menyalahkan. Baik regulasi, durasi, hingga pengamanan selama jalannya pertandingan.

"Pihak keamanan juga kenapa dengan cara represif dan menembakkan gas air mata? Padahal regulasi sudah jelas ada. Ayo kita berbenah untuk sebuah kebaikan, agar sepak bola jauh lebih baik. Saya harap ada yang bertanggung jawab dan harus diproses. Ini nyawa manusia, bukan binatang!" tutupnya.



Simak Video "2 Jenazah Korban Kanjuruhan Bakal Diautopsi Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/sun)