Kabupaten Bangkalan tidak hanya dikenal dengan Jembatan Suramadu dan wisatanya, tetapi juga memiliki beragam kuliner khas yang menarik untuk dicicipi. Makanan tradisionalnya menawarkan perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas dengan campuran rempah yang khas.
Salah satu kuliner yang cukup dikenal adalah nasi serpang. Hidangan ini memadukan nasi dengan aneka lauk, mulai dari ikan tongkol hingga kerang berbumbu. Selain itu, Bangkalan juga memiliki makanan dan jajanan tradisional lain, seperti bebek Sinjay, tajin Sobih, topak ladeh, hingga ledre Sepuluh.
Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bangkalan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, kekayaan kuliner tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari daerah yang berada di Pulau Madura ini. Berikut sejumlah makanan khas Bangkalan yang wajib dicicipi.
1. Nasi Serpang
Nasi Serpang merupakan salah satu kuliner khas Bangkalan yang memiliki beragam lauk dalam satu porsi. Nama serpang merujuk pada Desa Serpang yang menjadi asal hidangan ini. Sepiring nasi serpang umumnya terdiri dari pepes ikan tongkol, kerang sambal goreng, sohun berbumbu kecap, telur asin, sambal terasi, kerupuk bumbu rujak, dendeng sapi Madura, dan keripik paru.
Perpaduan lauk dari hasil laut dan bahan pangan darat membuat nasi serpang memiliki cita rasa yang beragam. Hidangan ini juga dikenal dengan penyajian menggunakan daun pisang yang menambah aroma khas pada makanan.
Nasi serpang kerap dijajakan sebagai menu sarapan di pasar tradisional maupun di pinggir jalan. Bagi pencinta kuliner, hidangan ini bisa menjadi pilihan untuk mengenal kekayaan rasa khas Bangkalan.
2. Bebek Sinjay
Bebek Sinjay menjadi salah satu kuliner yang identik dengan Bangkalan dan dikenal luas sebagai tujuan wisata kuliner di Madura. Nama Sinjay merupakan singkatan dari Sinar Jaya, yang berkaitan dengan tempat usaha tersebut bermula.
Hidangan ini menggunakan daging bebek yang diolah dengan bumbu rempah hingga menghasilkan rasa gurih. Salah satu daya tariknya adalah tekstur kulit bebek yang renyah dan empuk.
Bebek Sinjay biasanya disajikan bersama nasi putih, kremesan bumbu, serta sambal pencit berbahan mangga muda. Sambal dengan perpaduan rasa asam dan pedas tersebut memberikan sensasi segar yang melengkapi rasa gurih daging bebek.
3. Tajin Sobih
Tajin Sobih merupakan kudapan tradisional yang berasal dari Desa Sobih. Dalam bahasa Madura, tajin berarti bubur, sedangkan Sobih merujuk pada nama desa asalnya. Makanan ini menawarkan perpaduan bubur sumsum yang gurih dengan gula merah yang manis. Tampilannya juga dilengkapi dengan komponen bubur lain, termasuk butiran berwarna cokelat dan mutiara.
Tajin Sobih memiliki tekstur lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih dari santan. Kudapan ini biasanya disajikan menggunakan pincuk daun pisang turut memberikan aroma alami.
4. Topak Ladeh
Topak ladeh merupakan hidangan khas Bangkalan yang kerap disajikan saat Lebaran. Istilah topak dalam bahasa Madura berarti lontong, sehingga makanan ini dapat dipahami sebagai hidangan lontong atau ketupat dengan kuah ladeh.
Topak ladeh menggunakan beragam rempah, seperti bawang merah, bawang putih kunyit, lengkuas, kencur, merica, dan ketumbar. Bumbu tersebut dipadukan dengan tepung beras dan santan hingga menghasilkan kuah yang kental. Hidangan ini menjadi pilihan yang berkaitan dengan penyajian makanan pada momen hari raya.
5. Soto Tongkol
Berbeda dari soto yang umumnya menggunakan daging ayam atau sapi, soto tongkol khas Bangkalan menjadikan ikan tongkol sebagai bahan utamanya. Penggunaan ikan memberikan karakter tersendiri pada hidangan ini. Soto tongkol menjadi salah satu pilihan kuliner bagi masyarakat yang ingin menikmati olahan ikan dalam sajian berkuah.
6. Rek Kerrek Kamal
Rek kerrek Kamal merupakan camilan tradisional yang berasal dari Desa Kamal. Kudapan ini telah dikenal sejak 1990-an dan sekilas memiliki tampilan yang menyerupai kerak telor khas Jakarta.
Bahan utamanya terdiri dari ketan, telur bebek, dan kelapa parut. Meski memiliki kemiripan tampilan dengan kerak telor, rek kerrek tidak menggunakan udang kering dan bawang goreng seperti hidangan tersebut.
7. Sewel Socah
Sewel Socah merupakan camilan khas dari Kecamatan Socah. Bentuknya disebut menyerupai bonggolan yang dikenal di Gresik. Sewel biasanya dinikmati bersama aneka saus, seperti bumbu rujak, bumbu petis, atau cuko. Pilihan pendamping tersebut memberikan variasi rasa yang melengkapi camilan ini.
8. Kaldu Kokot
Kaldu kokot merupakan salah satu makanan khas Madura yang juga juga dapat ditemukan di Bangkalan. Hidangan ini menggunakan bagian kaki sapi sebagai bahan utama, terutama kikil dan sumsum tulangnya.
Keunikan kaldu kokot terletak pada kuahnya yang gurih dan kaya rasa. Selain menggunakan kaki sapi, hidangan ini memadukan kuah kaldu dengan kacang hijau yang telah direbus dan dihaluskan sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kental.
Kaldu kokot biasanya disajikan bersama nasi atau lontong. Ada pula penyajian yang dilengkapi keripik singkong sebagai pendamping. Perpaduan kuah gurih, kikil yang empuk, dan sumsum tulang sapi membuat hidangan ini memiliki cita rasa yang khas.
9. Ledre Sepuluh
Ledre Sepuluh merupakan jajanan khas dari wilayah Sepuluh. Makanan ini dibuat dari tepung beras dan ketan hitam yang dicampur dengan kelapa parut. Sajian tersebut dilengkapi lelehan gula merah yang memberikan rasa manis dan aroma khas. Perpaduan bahan-bahan tersebut menjadikan ledre Sepuluh sebagai salah satu jajanan tradisional yang menarik untuk dicicipi.
10. Bongko Arosbaya
Bongko Arosbaya merupakan kudapan tradisional dari Kecamatan Arosbaya. Makanan ini dibuat menggunakan tepung beras dan dibungkus dengan daun pisang. Bongko Arosbaya memiliki perpaduan rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut. Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus juga menjadi bagian dari karakter penyajiannya.
Beragam makanan khas Bangkalan menunjukkan kekayaan kuliner masyarakat Madura. Mulai dari nasi serpang dengan aneka lauk, bebek Sinjay yang gurih, hingga kudapan manis seperti tajin Sobih dan ledre Sepuluh, setiap hidangan memiliki karakteristik tersendiri.
Simak Video "Video: Gol Joao Felix Bawa Al Nassr Menang Vs Neom FC, Ronaldo Gagal Penalti"
(irb/dpe)