Mengenal 3 Bahasa Daerah di Jawa Timur dan Persebarannya

Mengenal 3 Bahasa Daerah di Jawa Timur dan Persebarannya

Mira Rachmalia - detikJatim
Rabu, 21 Okt 2026 08:45 WIB
Ilustrasi peta Jawa Timur
Ilustrasi peta Jawa Timur. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Jawa Timur memiliki beragam bahasa daerah yang digunakan masyarakat di berbagai wilayah. Mengacu pada laman resmi Peta Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat tiga bahasa yang tercatat di provinsi ini, yakni bahasa Jawa, Madura, dan Bajo.

Ketiga bahasa tersebut memiliki wilayah persebaran dan karakteristik masing-masing. Bahasa Jawa memiliki sejumlah dialek, bahasa Madura dituturkan hingga wilayah daratan Jawa Timur, sedangkan bahasa Bajo digunakan masyarakat di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Keragaman bahasa daerah tersebut menjadi bagian dari kekayaan bahasa di Indonesia. Terlebih, setiap Oktober masyarakat memperingati Bulan Bahasa dan Sastra untuk merayakan bahasa Indonesia sekaligus mengenang semangat Sumpah Pemuda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momentum Bulan Bahasa juga menjadi pengingat pentingnya mengenal dan menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat. Lantas, bagaimana persebaran ketiga bahasa daerah di Jawa Timur dan apa saja ragam dialek yang menjadi ciri khasnya?

Mengapa Oktober Diperingati Sebagai Bulan Bahasa?

Penetapan Oktober sebagai Bulan Bahasa berkaitan erat dengan peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Dalam peristiwa bersejarah tersebut, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatakan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

ADVERTISEMENT

Ikrar ketiga dalam naskah Sumpah Pemuda berbunyi: "Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoeng-djoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia."

Semangat tersebut kemudian menjadi landasan penyelenggaraan Bulan Bahasa. Berdasarkan informasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra diselenggarakan setiap Oktober sejak 1980 sebagai bagian dari peringatan Sumpah Pemuda.

Ragam Bahasa Daerah di Jawa Timur

Jawa Timur memiliki masyarakat dengan latar belakang budaya dan sejarah yang beragam. Kondisi geografisnya, mulai dari kawasan perkotaan, pegunungan, pesisir, hingga kepulauan, turut membentuk keragaman bahasa dan dialek yang digunakan masyarakatnya.

Mengacu pada laman resmi Peta Bahasa Kemendikdasmen, terdapat tiga bahasa yang tercatat di Jawa Timur, yaitu bahasa Jawa, bahasa Madura, dan bahasa Bajo. Ketiganya memiliki wilayah persebaran dan karakteristik masing-masing.

1. Bahasa Jawa dan Empat Dialeknya

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah utama di Jawa Timur. Namun, bahasa Jawa yang digunakan masyarakat provinsi ini tidak sepenuhnya seragam. Perbedaan wilayah dan kebiasaan tutur membentuk sejumlah dialek dengan ciri khas tersendiri.

Bahasa Jawa di Jawa Timur terdiri atas empat dialek, yaitu dialek Jawa Timur, Osing, Tengger, dan Solo-Yogya. Hasil penghitungan dialektometri menunjukkan tingkat perbedaan antardialek tersebut berkisar 52-64 persen.

Dialek Jawa Timur digunakan di kawasan sekitar Surabaya, meluas ke timur hingga Kabupaten Jember, ke utara hingga Kabupaten Malang, dan ke barat sampai Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, dialek Osing dituturkan masyarakat Kabupaten Banyuwangi, khususnya di Kecamatan Banyuwangi, Srono, dan Kalipuro. Dialek ini menjadi bagian dari kekhasan bahasa masyarakat Osing di ujung timur Pulau Jawa.

Dialek Tengger digunakan masyarakat di kawasan Tengger, terutama di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Dialek ini dituturkan oleh masyarakat Tengger yang tinggal di kawasan pegunungan sekitar Bromo.

Adapun dialek Solo-Yogya dituturkan masyarakat di Madiun dan wilayah sekitarnya, kemudian meluas ke arah barat hingga Jawa Tengah. Persebaran ini memperlihatkan bahwa batas administrasi wilayah tidak selalu menjadi batas penggunaan suatu dialek.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa bahasa Jawa di Jawa Timur memiliki variasi yang cukup luas. Meskipun sama-sama disebut bahasa Jawa, cara bertutur, pilihan kosakata, dan ciri kebahasaannya dapat berbeda dari satu daerah ke daerah lain.

2. Bahasa Madura dari Pulau Madura hingga Tapal Kuda

Selain bahasa Jawa, bahasa Madura memiliki wilayah penuturan yang luas di Jawa Timur. Bahasa ini berasal dari Pulau Madura dan digunakan masyarakat di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, serta Sumenep.

Penggunaannya meluas ke daratan Jawa Timur, antara lain Malang, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi. Penutur bahasa Madura juga ditemukan di Pulau Bawean. Persebaran ini berkaitan dengan perpindahan penduduk dan hubungan antarkawasan yang berlangsung dari waktu ke waktu.

Bahasa Madura di Jawa Timur mencakup dialek Pulau Madura dan dialek Bawean. Dialek Pulau Madura digunakan di pulau asalnya serta sejumlah wilayah daratan Jawa Timur. Sementara itu, dialek Bawean dituturkan masyarakat Pulau Bawean, terutama di Kecamatan Sangkapura dan Tambak.

Letak Bawean yang terpisah dari daratan utama Jawa Timur turut membentuk karakter kebahasaan masyarakat setempat. Keberadaan kedua dialek ini menunjukkan bahwa bahasa Madura berkembang di berbagai wilayah seiring mobilitas masyarakat dan pewarisan bahasa antargenerasi.

3. Bahasa Bajo, Jejak Keragaman di Kepulauan Sapeken

Salah satu hal menarik dalam peta bahasa Jawa Timur adalah keberadaan bahasa Bajo. Bahasa yang berasal dari Sulawesi ini juga dituturkan masyarakat di Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Keberadaan bahasa Bajo di wilayah kepulauan Sumenep menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat Jawa Timur tidak hanya berasal dari Pulau Jawa dan Madura. Keragaman ini juga berkaitan dengan hubungan antarpulau yang telah berlangsung sejak lama.

Bahasa Bajo yang masih digunakan di Sapeken menambah keragaman bahasa di Jawa Timur. Agar tetap bertahan, bahasa ini perlu terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.



(Fathir Rofi/irb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads