Asal-usul Tahu Campur: Dari Koki Belanda hingga Eksperimen Pedagang Soto

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 23 Jan 2023 15:45 WIB
Kuliner tahu campur dari desa di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Lamongan kaya akan kuliner khas yang menyebar ke berbagai daerah. Selain soto dan pecel lele, Lamongan juga terkenal dengan tahu campur.

Konon, tahu campur berasal dari salah satu desa di Lamongan, yakni di Desa Padenganploso, Kecamatan Pucuk. Penandanya pun sudah ada.

Gapura selamat datang bertuliskan 'Bumi Tahu Campur' menjadi penegas bahwa Tahu Campur memang berasal desa Padenganploso.

Bagaimana kisahnya hingga tahu campur menjadi masakan yang dikenal luas dan menyebar ke berbagai daerah di Jatim, bahkan di Indonesia?

"Tahu campur ini sudah dikenal di desa ini sejak zaman kolonial," ujar Sekretaris Desa Padenganploso, Mujalal saat dikonfirmasi, Senin (23/1/2023).

Gapura Bumi Tahu Campur di Desa Pandenganploso Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)

Menurutnya, sebagian besar warga di desa ini merantau ke banyak daerah di Nusantara dan berprofesi sebagai penjual tahu campur.

Karena warga yang merantau ke berbagai daerah itulah tahu campur semakin dikenal luas di seluruh penjuru Nusantara.

"Hampir 90 persen warga di sini berprofesi penjual Tahu Campur, termasuk saya juga dibesarkan oleh Tahu Campur," katanya.

Salah satu buktinya adalah Bu Neng yang memilih membuka warung Tahu Campur Bu Neng di desa itu sejak Pandemi COVID-19 merebak.

Bu Neng mengaku sudah berjualan tahu campur lebih dari 40 tahun. Tapi selama itu ia tidak menjualnya di desanya sendiri.

"Sejak tahun 1980-an saya sebenarnya berjualan tahu campur di Surabaya, tetapi karena ada Pandemi COVID-19 saya pulang ke desa buka di depan rumah ini," ujar Bu Neng.

Asal-usul. Baca di halaman selanjutnya.




(dpe/fat)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork