5 Fakta Duel Carok Kakek Vs 2 Pria di Sampang gegara Asmara

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 26 Jul 2026 09:15 WIB
Lokasi duel carok di Sampang/Foto: Kamaluddin/detikJatim
Sampang -

Peristiwa carok kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura. Kali ini, duel berdarah mempertemukan seorang kakek berusia 60 tahun dengan dua pria yang diduga menyimpan dendam akibat hubungan asmara yang tak direstui.

Insiden itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Perkelahian diawali perselisihan di jalan, berlanjut aksi saling mencari, hingga akhirnya pecah duel menggunakan senjata tajam di sebuah bengkel yang mengakibatkan ketiga orang yang terlibat sama-sama mengalami luka.

Berikut sederet faktanya:

1. Dipicu Hubungan Asmara yang Tak Direstui

Polisi mengungkapkan, akar persoalan bermula dari dugaan hubungan asmara antara korban berinisial S (60) dengan ibu HR (51). Hubungan tersebut diduga memicu rasa sakit hati dan dendam karena HR tidak merestui kedekatan ibunya dengan korban hingga akhirnya berujung perkelahian bersenjata tajam.

"Kejadian penganiayaan atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam dipicu oleh rasa sakit hati atau dendam oleh HR terhadap S, dikarenakan saudara S diduga ada hubungan asmara dengan ibunya HR dan saudara HR tidak merestui," kata Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo.

2. Berawal dari Tabrakan Motor dan Duel Kayu

Sebelum carok terjadi, korban dan HR lebih dulu bertemu di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, sekitar pukul 20.50 WIB. Saat itu, HR diduga menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan korban hingga keduanya terlibat cekcok dan sempat berkelahi menggunakan kayu sebelum akhirnya dilerai warga.

"Sekira pukul 20.50 WIB, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan berpapasan dengan terduga pelaku HR (51) yang berboncengan dengan saksi dari arah Utara ke Selatan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates," bebernya.

"Kemudian, terduga saudara HR menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya terhadap sepeda motor yang dikendarai saudara S sehingga terjadi cek cok dan Perkelahian diantara Keduanya dengan Menggunakan Kayu namun berhasil dilerai oleh saksi," imbuhnya.

3. HR Kembali Bersama Sepupunya Bawa Celurit

Perselisihan yang sempat mereda ternyata belum berakhir karena HR kemudian mendatangi rumah sepupunya, H (44), dan menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Mendengar cerita tersebut, H emosi lalu mengajak HR mengambil celurit untuk mencari korban yang saat itu berada di rumah istrinya di Dusun Jablung.

"Kemudian HR mendatangi rumah H yang tak lain adalah sepupunya di dusun yang kemudian menceritakan perihal kejadian yang dialaminya," ungkapnya.

"Mendengar cerita itu kemudian H marah dan mengajak HR membawa dan mengambil celurit untuk mencari S di rumah istrinya di Dusun Jablung Desa Masaran," tambahnya.

4. Duel Berdarah Terjadi di Bengkel

Pencarian terhadap korban berakhir di sebuah bengkel di Desa Masaran, tempat ketiga orang kembali bertemu hingga bentrokan tak terelakkan. Polisi menyebut seluruh pihak sama-sama menggunakan senjata tajam, yakni HR dan H membawa celurit, sedangkan korban menggunakan parang.

"H dan HR kemudian mencari S dengan berboncengan mengendarai motor. Mereka akhirnya bertemu sebuah bengkel milik S hingga di sana terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam," jelas Eko.

"Jenis senjata tajam yang dipakai S senjata yang dipakai menurut pengakuan adalah parang. Sedangkan H dan HR menurut pengakuan menggunakan sajam celurit," ungkapnya

5. 3 Orang Terluka, Polisi Amankan Barang Bukti

Akibat duel tersebut, ketiga orang yang terlibat sama-sama mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan lebih dahulu mendapatkan perawatan medis sebelum diamankan polisi. Petugas juga menyita pakaian yang berlumuran darah, senjata tajam yang digunakan saat perkelahian, serta kendaraan bermotor yang dipakai para pelaku sebagai barang bukti.

"S mengalami luka di tangan sebelah kanan, dan kepala bagian belakang. Sedangkan HR mengalami luka tangan sebelah kanan sementara H mengalami luka paha kanan juga siku sebelah kanan (terjatuh)," jelasnya.

"Para pelaku (tiga orang terlibat perkelahian) berhasil diamankan di Polsek Banyuates dan dibawa ke Polres Sampang guna proses lidik dan sidik," tandasnya.



Simak Video "Video: Aliansi Mahasiswa Lapor Kemendagri soal Pilkades di Sampang yang Tertunda"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork