Catatan Pakar soal Kunjungan Gibran ke Korban MBG-Karhutla

Catatan Pakar soal Kunjungan Gibran ke Korban MBG-Karhutla

Tim detikJatim - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 04:49 WIB
Gibran Tengok Kondisi Orang Utan Terdampak Asap Karhutla di Nyaru Menteng. (Dok Setwapres)
Foto: Gibran Tengok Kondisi Orang Utan Terdampak Asap Karhutla di Nyaru Menteng. (Dok Setwapres)
Surabaya -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam beberapa pekan terakhir melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Aksinya dilakukan di tengah Presiden Prabowo Subianto menjalankan agenda lawatan ke luar negeri.

Sejumlah agenda Gibran di antaranya mengunjungi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, serta meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Pengamat komunikasi Ari Junaedi menilai, kunjungan tersebut menunjukkan respons pemerintah pusat terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Menurut dia, kunjungan pejabat pemerintah akan memiliki arti apabila diikuti langkah konkret untuk menangani persoalan di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama tentu saja Gibran ingin mengesankan pemerintah pusat tidak lepas tangan terhadap polemik persoalan karut marut program MBG yang masih terus menyisahkan persoalan di masyarakat. Kedua, demikian pula halnya dengan karhutla yang melanda di banyak daerah di Kalimantan, Sumatera hingga Jawa. Pemerintah melalui representasi Gibran menunjukkan pemerintah terus hadir di saat rakyatnya tengah tertimpa musibah," ujar pengamat Universitas Indonesia (UI) ini, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ari yang juga Direktur Eksekutif lembaga survei Nusakom Pratama mengatakan, efektivitas kunjungan kerja tersebut tidak semata-mata diukur dari kehadiran Gibran di lokasi. Menurut dia, dampaknya bergantung pada sejauh mana kunjungan tersebut menghasilkan tindak lanjut bagi korban MBG maupun penanganan karhutla.

Ari menyoroti sikap Gibran yang menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga korban keracunan MBG. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah di tengah persoalan penanganan program MBG.

"Syukurlah kedatangan Gibran yang berani meminta maaf kepada korban dan keluarga korban keracunan omprengan MBG menjadi sinyal positif keberanian di tengah pimpinan Badan Gizi Nasional sendiri masih berkutat pada saling salah menyalahkan pengelola dapur SPPG," ucapnya,

Selain itu, Ari menyoroti rencana perawatan lanjutan bagi korban keracunan MBG. Menurut dia, penanganan korban menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah setelah terjadinya kasus keracunan.

"Dan yang mengesankan, Gibran mau memboyong korban keracunan omprengan MBG untuk berobat lanjutan ke Medan atau Jakarta. Sementara dari kedatangannya ke Kalimantan untuk memberi dukungan bagi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan agar lebih terkoordinasi, Gibran menutupkan sebuah pesan politik yang jelas artikulasinya yakni, upaya pemadaman kebakaran hendaknya tidak melupakan penanganan bagi satwa-satwa yang terdampak," ungkap Ari Junaedi yang kini dipercaya menjadi tim ahli di sejumlah pemerintahan daerah seperti Bali dan Jogjakarta.

Menurut Ari, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Kebakaran hutan dan lahan juga berdampak terhadap ekosistem dan satwa yang berada di kawasan terdampak.

Ia mengatakan pemerintah perlu menyiapkan skenario penanganan satwa, termasuk ketika kondisi mengharuskan satwa dipindahkan dari habitat yang terancam ke kawasan yang lebih aman.

Dalam konteks tersebut, Ari menilai kunjungan pejabat pemerintah ke lokasi bencana perlu diikuti dengan langkah lanjutan. Menurutnya, pengalaman dari penanganan karhutla maupun persoalan MBG dapat menjadi dasar untuk memperbaiki mekanisme penanganan apabila persoalan serupa kembali terjadi.

"Di tengah polemik penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kontroversi pelaksanaan program MBG, setidaknya Gibran memberi sinyal bahwa dirinya bukan sosok yang selama ini terkonstruksikan dalam pandangan publik sebagai orang 'yang tidak bisa bekerja' tetapi adalah figur dari orang yang bisa bekerja bahkan mengambil celah yang selama ini luput dari perhatian Presiden dan para pembantunya," tegas Ari.

Sebelumnya, Gibran tercatat mengunjungi sejumlah wilayah yang terdampak karhutla di Kalimantan. Dalam kunjungan tersebut, dia menemui keluarga petugas yang gugur serta memantau penanganan satwa yang terdampak kebakaran.

Gibran juga mendatangi korban keracunan MBG di Kabupaten Karo dan bertemu dengan siswa serta orang tua. Dalam kunjungan itu, pemerintah memastikan kebutuhan dan biaya pengobatan korban ditanggung.

"Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih," ujar Wapres Gibran saat kunjungan kerja ke Kalimantan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads