Cinta Tak Direstui Berujung Duel Carok Kakek Vs 2 Pria di Sampang

Round Up

Cinta Tak Direstui Berujung Duel Carok Kakek Vs 2 Pria di Sampang

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 26 Jul 2026 07:00 WIB
Lokasi duel carok di Sampang
Lokasi duel carok di Sampang/Foto: Kamaluddin/detikJatim
Sampang -

Peristiwa carok kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura. Kali ini, duel berdarah melibatkan seorang kakek berusia 60 tahun melawan dua pria yang diduga dipicu persoalan asmara. Ketiganya sama-sama mengalami luka setelah saling serang menggunakan senjata tajam.

Insiden tersebut bermula dari cekcok di jalan yang berujung perkelahian menggunakan kayu. Tak lama berselang, salah satu pihak kembali datang bersama kerabatnya dengan membawa celurit. Pertemuan kedua di sebuah bengkel motor pun berubah menjadi duel berdarah yang membuat seluruh pihak terluka.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di depan sebuah bengkel motor di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga orang yang terlibat yakni S (60) warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, dengan H (44) dan HR (51) Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang," terang Eko, Sabtu (25/7/2026).

ADVERTISEMENT

Dipicu Hubungan Asmara

Polisi mengungkapkan, perkelahian bersenjata tajam itu dipicu rasa sakit hati HR terhadap korban. HR disebut tidak merestui hubungan asmara yang diduga terjalin antara ibunya dengan S.

"Kejadian penganiayaan atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam dipicu oleh rasa sakit hati atau dendam oleh HR terhadap S, dikarenakan saudara S diduga ada hubungan asmara dengan ibunya HR dan saudara HR tidak merestui," kata Eko kepada detikJatim.

Sebelum duel bersenjata tajam terjadi, S dan HR lebih dulu terlibat perselisihan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, sekitar pukul 20.50 WIB.

Saat itu, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan. Dari arah berlawanan datang HR yang berboncengan dengan seorang saksi. Polisi menyebut HR diduga menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan S hingga memicu cekcok.

"Sekira pukul 20.50 WIB, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan berpapasan dengan terduga pelaku HR (51) yang berboncengan dengan saksi dari arah Utara ke Selatan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates," bebernya.

"Kemudian, terduga saudara HR menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya terhadap sepeda motor yang dikendarai saudara S sehingga terjadi cek cok dan Perkelahian diantara Keduanya dengan Menggunakan Kayu namun berhasil dilerai oleh saksi," imbuhnya.

Perkelahian pertama itu berhasil dihentikan warga sehingga kedua belah pihak sempat berpisah.

Kembali Datang Membawa Celurit

Setelah insiden di jalan, HR pulang ke rumah sepupunya, H, lalu menceritakan kejadian tersebut. Mendengar cerita itu, H emosi dan mengajak HR mengambil celurit untuk mencari S.

"Kemudian HR mendatangi rumah H yang tak lain adalah sepupunya di dusun yang kemudian menceritakan perihal kejadian yang dialaminya," ujar Eko.

"Mendengar cerita itu kemudian H marah dan mengajak HR membawa dan mengambil celurit untuk mencari S di rumah istrinya di Dusun Jablung Desa Masaran," imbuhnya.

Keduanya kemudian berboncengan sepeda motor mencari korban.

Pencarian itu berakhir di sebuah bengkel milik Suhar di Desa Masaran. Di lokasi tersebut, ketiga orang kembali bertemu dan terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam.

"H dan HR kemudian mencari S dengan berboncengan mengendarai motor. Mereka akhirnya bertemu sebuah bengkel milik S hingga di sana terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam," terang Eko.

Dalam perkelahian itu, ketiga pihak sama-sama membawa senjata tajam. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, HR dan H menggunakan celurit, sedangkan S menggunakan parang.

"Jenis senjata tajam yang dipakai S senjata yang dipakai menurut pengakuan adalah parang. Sedangkan H dan HR menurut pengakuan menggunakan sajam celurit," ungkapnya.

Akibat duel tersebut, seluruh pihak mengalami luka.

"S mengalami luka di tangan sebelah kanan, dan kepala bagian belakang. Sedangkan HR mengalami luka tangan sebelah kanan sementara H mengalami luka paha kanan juga siku sebelah kanan (terjatuh)," tandasnya.

Polisi Amankan Barang Bukti

Usai kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian para pelaku yang berlumuran darah, senjata tajam yang digunakan saat perkelahian, serta kendaraan bermotor yang sempat disembunyikan.

Sebelum menjalani pemeriksaan, ketiga orang yang terluka terlebih dahulu mendapat perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Selanjutnya, seluruh pihak yang terlibat diamankan ke Polsek Banyuates dan dibawa ke Polres Sampang untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

"Para pelaku (tiga orang terlibat perkelahian) berhasil diamankan di Polsek Banyuates dan dibawa ke Polres Sampang guna proses lidik dan sidik," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads