Polisi menggelar ekshumasi terhadap makam Khoiriah (47) di TPU Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang. Sebab Khoiriah diduga tewas karena dianiaya kakak kandungnya.
Ekshumasi melibatkan Satreskrim Polres Jombang, Polsek Peterongan dan tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah diangkat dari kuburan, jenazah Khoiriah langsung diautopsi di dalam tenda tertutup yang dipasang di dekatnya.
Hingga pukul 15.20 WIB, autopsi jenazah perempuan lajang warga Dusun Pajaran ini masih berlangsung. Sejumlah warga menyaksikan ekshumasi dari luar garis polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Peterongan Sholikin Budi Santoso menjelaskan, ekshumasi digelar karena ditemukan indikasi Khoiriah menjadi korban penganiayaan. Dugaan kekerasan tersebut menimpa korban di kos Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang pada Jumat (12/6) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Dengan adanya tindak pidana penganiayaan itu dan kematian kami wajib menelusuri kebenarannya. Yang diduga tersangka masih dalam penyidikan," jelasnya kepada wartawan di TPU Pajaran, Minggu (14/6/2026).
Kematian Khoiriah terkesan ditutup-tutupi oleh keluarganya sendiri. Pihak keluarga menyampaikan kepada warga kalau korban tewas karena terjatuh di kamar mandi.
Sedangkan kepada polisi, mereka menolak visum jenazah Khoiriah. Jasad korban dimakamkan pada sore di hari yang sama.
"TKP di Jogoroto itu dikatakan (korban) jatuh di kamar mandi. Selanjutnya tidak ada konfirmasi, langsung dari pihak keluarga mengadakan pemakanan. Ada penolakan (visum) waktu di lokasi," ungkap Sholikin.
Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander. Menurutnya, Khoiriah diekshumasi karena diduga tewas tidak wajar, yakni menjadi korban kekerasan kakak kandungnya, Sulastri (55).
"Ada dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian korban yang diduga dilakukan oleh kakak kandung sendiri," terangnya.
Sekitar 2 minggu terakhir, Khoiriah kos bersama Sulastri di Dusun Jogoroto. Terkadang seorang pria bermalam di kos mereka. Sehari-hari, Sulastri bekerja sebagai tukang masak.
"Cuma yang laki-laki kalau malam saja di sini (di kosan). Tidak tahu itu suami atau bukan," tandas tetangga kos korban, Ayu Sarifah Wulandari (26).
