Paman dan Bibi Juga Lempar Balita di Surabaya dari Pagar 2 Meter

Paman dan Bibi Juga Lempar Balita di Surabaya dari Pagar 2 Meter

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Minggu, 15 Feb 2026 09:56 WIB
Balita di Gresik dianiaya pamannya. Sempat didorong jatuh dari pagar
TKP Balita Jatuh Didorong dari Pagar Oleh Pamannya. (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Surabaya -

Seorang balita berusia 4 tahun bernama KRN menjadi korban penelantaran hingga kekerasan oleh paman dan bibinya di Kamar Kos Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya selama kurun waktu 2 bulan. Sebelum KRN dievakuasi tetangga kos, paman dan bibinya yang bernama Ufa Fahrul Agusti (30) warga Lamongan dan Sellyna Adika Wahyuni (26) warga Surabaya kerap melakukan kekerasan terhadap balita malang tersebut.

Informasi yang dihimpun, kedua pasutri tersebut telah tinggal di rumah kos itu sejak 4 bulan terakhir. Selly merupakan adik perempuan Ayah korban.

Setelah tinggal di kamar kos selama satu minggu, ayah korban menitipkan sang buah hati kepadanya karena harus bekerja di Gresik. Sejak ibunya pergi, korban memang tinggal bersama ayahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awal tinggal di sini itu ya uda kayak anaknya. Pergi selalu bertiga, bahkan anaknya ini uda manggil ayah sama ibu," kata Istiqomah, salah satu tetangga korban kepada detikJatim, Minggu (15/2/2026).

Istiqomah menambahkan sejak 2 bulan terakhir, korban sudah jarang keluar kamar kos dan sering terkunci di dalam. Bahkan, pernah korban diangkat oleh pamannya di atas pagar setinggi dua meter kemudian di dorong hingga terjatuh.

ADVERTISEMENT

"Pernah didorong dari pagar ini. Setelah didorong terjatuh, bukannya ditolong malah ditinggal pergi. Untung waktu itu ada pekerja proyek box culvert yang menolong KRN," tambahnya.

Tetangga kos yang melihat hal itu, pernah menegur bibi korban. Namun bibi korban malah mengatakan jika korban merupakan anak dari suami pertamanya.

"Pas ditegur tetangga kalah suaminya itu suka mukul KRN, malah kita dimarahi. Nggak usah ikut campur, ini memang anak dari suami saya yang pertama," turur Istiqomah menirukan Selly.

Ditempat yang sama, Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri Aipda Bambang PS mengatakan saat ini korban bersama ayah kandungnya sudah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya sejak Senin lalu.

"Kita hanya mendatangi laporan warga adanya kekerasan terhadap anak di wilayah Kos- Kosan Bangkingan setelah itu korban kita bawa ke Unit PPA Polrestabes," kata Bambang.

Selain korban, lanjut Bambang, para pelaku juga sudah diamankan Polisi.

"Pelaku itu menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya setelah pulang bekerja. Untuk keterangan lebih lanjut, biar nanti pihak Polrestabes yang menerangkan," pungkas Bambang.

Sebelumnya, Seorang balita berusia 4 tahun diselamatkan warga di kamar kos Jalan Bangkingan, RT 03, RW 01, Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya dalam keadaan mengenaskan.

Balita bernama KRN itu telah mengalami berbagai siksaan yang dilakukan oleh paman dan bibinya selama kurang lebih 2 bulan.

Kekerasan itu terbongkar pada Senin (9/2/2026) lalu sekitar pujul 14.00 WIB. Saat itu, balita malang itu berteriak meminta tolong dibalik tembok dengan memanggil seseorang untuk meminta agar pintu tersebut dibuka.

Islaha, tetangga tepat di samping kamar korban mengatakan ia mendengar suara anak kecil memanggilnya. Mendengar suara kecil itu, ia pun keluar mencari sumber suara tersebut.

"Ada suara, memanggil saya 'Mama Adik Rama' itu sampai beberapa kali. Pas saya datang ternyata dibalik pintu kos itu. Saya tanya kenapa KRN?" kata Islaha kepada detikJatim.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads