Paman dan Bibi Penyiksa Balita hingga Kepala Botak di Surabaya Ditangkap

Paman dan Bibi Penyiksa Balita hingga Kepala Botak di Surabaya Ditangkap

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 14 Feb 2026 20:20 WIB
perlakuan kekerasan orang tua pada anak
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Surabaya -

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya langsung bergerak cepat menangani kasus penganiayaan anak berusia 4 tahun. Kedua pelaku yakni paman dan bibi korban kini telah ditangkap.

"Sampun (sudah diamankan)," kata Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari kepada detikJatim, Sabtu (14/2/2026).

Tak hanya itu, lanjut Melati, pihaknya juga telah menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka dan langsung menahannya. Ia menegaskan proses itu sesuai prosedur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami langsung tangkap dan tahan, tentunya sesuai prosedur," ujarnya.

Melati menjelaskan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Mengingat, korban merupakan keponakan dari pelaku. "Kami masih konfirmasi ke penyidiknya, mohon waktu," tutupnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, seorang balita perempuan berusia 4 tahun diselamatkan warga dari sebuah kamar kos di Jalan Bangkingan, RT 03, RW 01, Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya dalam keadaan mengenaskan. Balita bernama KRN itu telah mengalami berbagai siksaan yang dilakukan paman dan bibinya selama kurang lebih 2 bulan.

Kekerasan itu terbongkar pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, balita malang tersebut berteriak meminta tolong di balik tembok dengan memanggil seseorang untuk meminta agar pintu kamarnya dibuka.

Islaha, tetangga yang tinggal tepat di samping kamar korban mengatakan dia sempat mendengar suara anak kecil memanggilnya. Mendengar suara kecil itu, ia pun keluar mencari sumber suara.

"Ada suara, memanggil saya 'Mama Adik Rama' itu sampai beberapa kali. Pas saya datang ternyata di balik pintu kos itu. Saya tanya kenapa KRN?" Kata Islaha kepada detikJatim di lokasi kejadian, Sabtu (14/2/2026).

Mendengar Islaha di balik pintu, korban meminta tolong agar dibukakan pintu kamar kos. Islaha menyadari bahwa korban dikunci di dalam kamar sejak paman dan bibinya berangkat kerja.

"Pas saya tanya, anak ini minta tolong untuk dibukakan pintu karena kelaparan sejak pagi belum makan. Saya nggak tega sekali," katanya sembari menahan tangis.

Islaha pun berusaha membuka pintu kamar kos itu tetapi ia tak kuat dan meminta bantuan tetangga kos lain. Tak berselang lama, warga dan pengurus RT dan Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban dengan merusak teralis jendela kamar kos.

"Korban diselamatkan dari jendela. Pas dievakuasi itu banyak luka di bagian wajah, terutama dagunya itu berdarah. Terus rambut atasnya itu agak sedikit botak," katanya.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads