Polres Sampang mengungkap kronologis kasus penganiayaan terhadap seorang guru tugas Madrasah Miftahul Adfal di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Korban diketahui bernama Abdur Rozak (20), warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut dipicu oleh tindakan korban saat menegur santrinya di sekolah.
Menurut Eko, kejadian bermula pada Selasa (3/2). Saat itu, korban menegur seorang santri yang sedang bergurau dengan temannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu ada seorang murid bercanda dengan temannya, kemudian pelapor (korban) tindak dengan cara dipukul dengan menggunakan kayu yang digunakan untuk menunjuk huruf di papan tulis pada bahu sebelah kanannya," Kata Eko, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Eko, pada Kamis (5/2), saat korban sedang berada di warung Dusun Manggar, Desa Pejeruan, Kecamatan Kedungdung, ia didatangi SM dan HM (pelaku). Usai bertanya nama, seketika itu juga SM menampar pipi kiri korban.
"Kemudian SM membuka sarung celurit dan memukulkan pengamannya tersebut ke arah bagian belakang tubuh pelapor. Dan saat itu secara bersama-sama HM juga melakukan pemukulan," ujarnya.
Korban sempat minta maaf kepada pelaku namun keduanya makin membabi-buta melakukan pemukulan. Bahkan korban tidak bisa mengingat berapa kali ia dipukul dan di bagian mana saja.
"Pelapor meminta maaf namun tidak dihiraukan dan (pelaku) terus melakukan pemukulan terhadap pelapor," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang guru tugas di Kabupaten Sampang menjadi korban penganiayaan oleh wali santri di Kecamatan Kedundung. Insiden pemukulan tersebut terekam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial hingga viral.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang membawa senjata tajam yang diduga masih hendak menyerang korban. Guru tugas tersebut tampak diamankan warga dari amukan sejumlah orang.
Terdengar suara seorang perempuan yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi korban.
"Epa dekremmah sih. Sarah, Billahi sarah se epokol (Diapakan sih. Parah, demi Allah parah yang dipukul)," ujar seorang perempuan dalam video yang dilihat detikJatim, Sabtu (7/2/2026).
Terlihat pula sejumlah warga berupaya menghalau para terduga pelaku. Seorang perempuan juga tampak menangis karena tidak tega melihat kondisi korban yang lebam di bagian punggung akibat penganiayaan tersebut.
(auh/hil)











































