Kisah asmara yang berjalan satu dekade berakhir tragis di Tulungagung. Emosi dan cemburu membuat seorang pria nekat membakar rumah kekasihnya sendiri, hingga kerugian mencapai ratusan juta rupiah dan nyaris merenggut nyawa seorang anak.
Peristiwa pembakaran rumah terjadi di Dusun Sadeng, Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbegempol, Tulungagung, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Rumah tersebut milik HI (41) dan dibakar oleh kekasihnya sendiri, ET (46), warga Kecamatan Ngunut.
Kapolsek Sumbegempol AKP Mohammad Anshori mengatakan, pelaku datang ke rumah korban menggunakan mobil.
"Kejadiannya sekitar pukul 03.30 WIB. Awalnya itu pelaku E warga Kecamatan Ngunut mendatangi rumah korban dengan mengendarai mobil," kata AKP M Anshori.
Setibanya di lokasi, pelaku langsung merusak kaca jendela bagian depan rumah. Pelaku bahkan sempat mendatangi warung kopi di depan rumah korban dan memberi tahu bahwa dirinya akan membakar rumah tersebut.
"Sebelum membakar rumah, pelaku sempat ke warkop di depannya dan bilang mau membakar rumah korban," jelasnya.
Tak lama kemudian, pelaku kembali ke rumah korban dan melakukan aksi pembakaran. Polisi menemukan sisa bahan bakar minyak yang menguatkan dugaan pembakaran dilakukan secara sengaja.
"Tadi saat dilakukan olah TKP kami menemukan sisa BBM yang diduga digunakan untuk membakar rumah tersebut," imbuh Anshori.
Api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian rumah. Kasi Operasi dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan proses pemadaman sempat terkendala jaringan listrik yang masih menyala.
"Jadi kami harus menunggu pemutusan aliran listrik terlebih dahulu. Tapi saat ini sudah berhasil kami padamkan," kata Bambang.
Pemadaman membutuhkan waktu sekitar satu jam. Akibat kejadian tersebut, rumah korban nyaris ludes.
"Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Tadi sempat terkendala oleh jaringan listrik yang masih menyala, kami harus nunggu PLN untuk bertindak," katanya.
Simak Video "Video: Tawuran Berujung Pembakaran di Makassar, 6 Rumah Hangus"
(hil/hil)