Cemburu Buta Pria Tulungagung Bakar Rumah Kekasih

Round Up

Cemburu Buta Pria Tulungagung Bakar Rumah Kekasih

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 09:12 WIB
Cemburu Buta Pria Tulungagung Bakar Rumah Kekasih
Rumah warga Tulungagung dibakar kekasih (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Kisah asmara yang berjalan satu dekade berakhir tragis di Tulungagung. Emosi dan cemburu membuat seorang pria nekat membakar rumah kekasihnya sendiri, hingga kerugian mencapai ratusan juta rupiah dan nyaris merenggut nyawa seorang anak.

Peristiwa pembakaran rumah terjadi di Dusun Sadeng, Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbegempol, Tulungagung, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Rumah tersebut milik HI (41) dan dibakar oleh kekasihnya sendiri, ET (46), warga Kecamatan Ngunut.

Kapolsek Sumbegempol AKP Mohammad Anshori mengatakan, pelaku datang ke rumah korban menggunakan mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadiannya sekitar pukul 03.30 WIB. Awalnya itu pelaku E warga Kecamatan Ngunut mendatangi rumah korban dengan mengendarai mobil," kata AKP M Anshori.

ADVERTISEMENT

Setibanya di lokasi, pelaku langsung merusak kaca jendela bagian depan rumah. Pelaku bahkan sempat mendatangi warung kopi di depan rumah korban dan memberi tahu bahwa dirinya akan membakar rumah tersebut.

"Sebelum membakar rumah, pelaku sempat ke warkop di depannya dan bilang mau membakar rumah korban," jelasnya.

Tak lama kemudian, pelaku kembali ke rumah korban dan melakukan aksi pembakaran. Polisi menemukan sisa bahan bakar minyak yang menguatkan dugaan pembakaran dilakukan secara sengaja.

"Tadi saat dilakukan olah TKP kami menemukan sisa BBM yang diduga digunakan untuk membakar rumah tersebut," imbuh Anshori.

Api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian rumah. Kasi Operasi dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan proses pemadaman sempat terkendala jaringan listrik yang masih menyala.

"Jadi kami harus menunggu pemutusan aliran listrik terlebih dahulu. Tapi saat ini sudah berhasil kami padamkan," kata Bambang.

Pemadaman membutuhkan waktu sekitar satu jam. Akibat kejadian tersebut, rumah korban nyaris ludes.

"Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Tadi sempat terkendala oleh jaringan listrik yang masih menyala, kami harus nunggu PLN untuk bertindak," katanya.

Kerugian korban ditaksir cukup besar. "Untuk kerugian, tadi saya sempat tanya ke kepala desa dan keluarga sekitar Rp 250 juta," imbuhnya.

Saat kejadian, HI selaku pemilik rumah tidak berada di lokasi. Namun, di dalam rumah terdapat seorang anak asuh berinisial KNP (11) yang sedang tertidur.

"Yang di dalam rumah ada satu anak, alhamdulillah berhasil menyelamatkan diri," kata Bambang.

Kerabat korban menuturkan bocah tersebut terbangun setelah mendengar suara benda terbakar.

"Untungnya dia dengar kalau ada kebakaran, padahal biasanya tidurnya pulas banget," ujar kerabat korban.

Polisi mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian. Pelaku masih berada di sekitar lokasi karena kunci mobilnya hilang dan tangannya mengalami luka akibat pecahan kaca.

"Saat ini pelaku telah diamankan ke Polsek Sumbegempol untuk kami proses hukum lebih lanjut," ujar AKP M Anshori.

Dari pemeriksaan sementara, terungkap pelaku dan korban memiliki hubungan asmara selama 10 tahun.

"Hubungan asmara itu sudah berjalan sekitar 10 tahun," kata Anshori.

Menurutnya, hubungan keduanya belakangan mengalami pasang surut, salah satunya dipicu persoalan ekonomi.

"Tapi sebelumnya ya sempat ketemu. Nah, tadi malam itu mereka janjian, tapi saat dihampiri di rumahnya, korban tidak ada," imbuhnya.

Hal itulah yang memicu emosi pelaku hingga nekat membakar rumah korban. Pelaku akhirnya menyerahkan diri kepada polisi.

"Akhirnya kami datang dan pelaku menyerahkan diri. Saat ini ET masih dalam pemeriksaan penyidik," jelasnya.

Anshori menegaskan, motif pembakaran kuat diduga dilatarbelakangi persoalan pribadi.

"Kemungkinan ada permasalahan pribadi antara pelaku dengan korban," jelasnya.

Bambang menambahkan, berdasarkan keterangan warga, motif asmara menjadi pemicu utama.

"Jadi dari keterangan warga, pemilik rumah ini punya pacar dan cemburu, kemudian marah dan membakar rumah," imbuhnya.

Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam di Polsek Sumbergempol untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Tawuran Berujung Pembakaran di Makassar, 6 Rumah Hangus"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads