Idap Oedipus Complex, Aji 5 Kali Cabuli Emak-emak di Mojokerto

Idap Oedipus Complex, Aji 5 Kali Cabuli Emak-emak di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Jumat, 29 Agu 2025 16:00 WIB
Sosok Aji yang cabuli emak-emak di Mojokerto
Sosok Aji yang cabuli emak-emak di Mojokerto (Foto: Istimewa)
Mojokerto -

Bagus Aji Wisnu atau BAW (24) disinyalir mengidap oedipus complex. Sebab pemuda lajang asal Dusun Paris, Desa Seduri, Mojosari, Mojokerto ini lima kali mencabuli emak-emak berusia jauh lebih tua darinya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama menjelaskan, Aji mengaku beraksi lima kali. Dalam empat kali aksinya, tersangka mengincar emak-emak yang mengendarai sepeda motor sendirian di jalan sepi. Selain itu, usia para korban jauh lebih tua darinya.

"Pelaku selalu mengincar perempuan yang berumur 40-50 tahun, dalam keadaan sendiri, serta pada situasi yang menurutnya tidak ada orang lain. Sehingga memberikan keberanian kepada pelaku untuk melakukan upaya pencabulan," jelasnya kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fauzy, Aji lebih dulu membuntuti korbannya. Tersangka mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Ia melepas pelat nomor polisi (nopol) motor warna hitam ini agar tidak mudah diidentifikasi polisi. Sejatinya motor ini bernopol S 3481 NAD.

Ketika korban melintas di jalan sepi, Aji memepet, lalu mematikan dan mencabut kunci sepeda motor korban. Tersangka lantas menghampiri korban untuk mengembalikan kunci motor sembari meminta kemaluannya dikulum.

ADVERTISEMENT

"Korban ketiga sudah sampai dengan mengulum kemaluan pelaku karena takut dilukai. Akhirnya korban berhasil melarikan diri ketika ada motor lain yang akan melintas," ungkapnya.

Sedangkan dalam aksinya yang kelima, lanjut Fauzy, Aji menyasar emak-emak penjaga warkop berinisial ISN, warga Dusun Lengkong, Desa Kedunglengkong, Dlanggu, Mojokerto pada Sabtu (9/8) sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, korban sendirian karena suaminya, AF (49) di rumah persis di belakang warung.

"Pelaku melihat korban sendirian, kemudian langsung masuk dan berupaya melakukan perbuatan cabul kepada korban," terangnya.

Karena 5 korbannya adalah perempuan berusia jauh lebih tua dari pelaku, kata Fauzy, Aji disinyalir mengidap oedipus complex. Yaitu pemuda yang mempunyai kecenderungan seksual menyukai perempuan berusia jauh lebih tua darinya atau seusia dengan ibunya.

"Faktanya bahwa pelaku berusia 24 tahun, sedang korban berusia 40-50 tahun. Ada kemungkinan pelaku memiliki kecenderungan oedipus complex," cetusnya.

Petualangan cabul Aji terbongkar dari kasus kelima. Sebab saat akan dicabuli, ISN lebih dulu berteriak meminta tolong. Sehingga suaminya datang untuk menangkap pelaku yang akan kabur. Saat itu, Aji dan AF sembat berduel sampai warga berdatangan.

Karena terdesak, Aji pun menodongkan senjata tajam kepada warga. Sehingga ia berhasil kabur membawa sepeda motor Honda PCX nopol S 2305 NBS milik AF. Sedangkan motor Vixion miliknya tertinggal di lokasi.

Polisi berhasil mengidentifikasi Aji dari sepeda motor Vixion tersebut. Tim Jatanras Unit Tipidum Satreskrim Polres Mojokerto meringkusnya di Jalan Pemuda, Mojosari pada Sabtu (9/8) sekitar pukul 17.30 WIB. Aji dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan.

Tak sampai di situ, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto menyelidiki pencabulan yang menimpa emak-emak berinisial IYL (37) di Jalan Dusun Panjer pada Senin (19/5) sekitar pukul 01.45 WIB. Perempuan asal Kecamatan Mojosari ini korban perbuatan cabul Aji yang keempat.

Polisi juga menyita barang bukti hasil visum korban, serta helm, tas rangsel dan sepeda motor yang dipakai Aji ketika beraksi. Sehingga selain Pasal 365 KUHP, Aji juga dijerat dengan Pasal 289 KUHP dan Pasal 6 UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

"Untuk korban 1-3 belum melaporkan kejadian ini kepada kepolisian," ujar Fauzy.

Aji kini ditahan di Rutan Polres Mojokerto. Belajar dari kasus ini, Fauzy mengimbau para perempuan selalu berhati-hati ketika bepergian pada malam hari. Ia menyarankan agar emak-emak mengindari jalan yang sepi atau gelap.

"Apabila sangat terpaksa (lewat jalan sepi) agar berupaya untuk tidak seorang diri. Sehingga dapat meminimalisir potensi menjadi korban kejahatan," tandasnya.

Halaman 2 dari 2
(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads