Minggu, 30 Januari 2011 sekitar pukul 20.00 WIB, Misnari melangkahkan kakinya ke rumah Miarto. Misnari menawarkan ajakan untuk merampok Toko Pusaka Jaya tempat kerjanya yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Probolinggo.
Tak hanya merampok, Misnari juga mengutarakan niatnya hendak membunuh keluarga pemilik toko karena sakit hatinya. Gayung bersambut, Miarto menyetujui niat keji Misnari itu.
Rencana perampokan disertai pembunuhan itu dipicu karena dendam Misnari terhadap Fredy (24), anak pemilik toko. Pasalnya, saat hendak meminjam uang Rp 500 ribu, Misnari tak dipinjami, sebaliknya ia malah dimaki-maki Fredy.
Rencana jahat Misnari kembali dimatangkan di rumah Miarto. Kali ini Misnari juga mengajak serta Mamad dan Rianto. Keempatnya lalu berbagi tugas.
Sabtu, 19 Februari 2011, rencana perampokan benar-benar dilaksanakan. Keempatnya menuju Jalan Panglima Sudirman sekitar pukul 23.00 WIB. Mamad dan Rianto bertugas mengawasi keadaan sekitar rumah.
Keduanya berpura-pura ngopi di warung milik Husain yang berada di seberang Toko Pusaka Jaya. Mereka lalu melaporkan melalui SMS ke Misnarni bahwa di sekitar toko masih ada dua tukang becak yang masih mangkal.
Mendapat laporan itu, Misnarni kemudian menyuruh Mamad dan Rian untuk mengalihkan dengan pura-pura naik becak agar segera enyah dari toko. Perintah ini dilaksanakan Mamad dan Rianto.
Setelah dirasa aman, Misnarni dan Miarto yang kebagian tugas sebagai eksekutor lalu memanjat pagar dan masuk toko yang juga menjadi rumah itu melalui genteng. Aksi itu dilakukan Minggu 20 Februari 20211 sekitar pukul 03.00 WIB.
Misnarni dan Miarto selanjutnya melumpuhkan Siti Aisyah, pembantu keluarga pemilik toko. Keduanya mengikat dengan tali rafia dan melakban mata serta mulut Siti Aisyah di kamarnya.
Selanjutnya, Misnarni dan Miarto menuju gudang, namun di sana mereka tak mendapat apapun. Misnarni segera masuk ke kamar Fredy dan menindih sambil mengancamnya. Tapi Fredy berontak.
Misnarni yang kewalahan minta tolong Miarto agar membacok Fredy dengan celuritnya. Seketika kepala dan leher Fredy berkali-kali dibacok dengan celurit. Fredy tewas seketika. Kegaduhan tersebut membuat Yuli (28), saudara Fredy terbangun dan berteriak.
(abq/iwd)