Crime Story

Sadisnya Mandor Bangunan Bantai Keluarga Kepala Bank di Surabaya

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 12:45 WIB
Aris Setiawan saat mengajukan Peninjauan Kembali di PN Surabaya tahun 2017
Aris Setiawan saat mengajukan Peninjauan Kembali di PN Surabaya tahun 2017/(Foto File: Iman Wahyudiyanta)
Surabaya -

Pembunuhan yang dilakukan Aris Setiawan disebut sebagai salah satu yang tersadis yang pernah terjadi di Surabaya. Bagaimana tidak, dengan dingin mandor bangunan itu membantai 4 orang sekaligus hanya dengan martil.

Pembantaian itu terjadi pada 7 April 1997. Saat itu, Aris menjagal anggota keluarga Budi Susanto, seorang kepala cabang bank swasta di kawasan Rungkut.

Masalahnya pun sepele. Hanya karena menagih janji proyek pekerjaan. Perkenalan antara Aris dan Budi Susanto terjadi pada Desember 1996 saat bekerja sebagai mandor proyek pengerjaan kantor Bank di kawasan Rungkut.

Budi yang menjadi pimpinan kantor bank itu puas dengan hasil pekerjaan Aris. Budi kemudian menjanjikan proyek pengerjaan perbaikan rumahnya.

Namun, janji yang ditawarkan itu tak kunjung datang. Padahal Aris sangat mendambakannya. Budi saat itu juga sangat sulit ditemui karena kesibukannya.

Aris mendambakan proyek itu karena, ia mempunyai keluarga di Nganjuk yang harus ia kirimi uang setiap bulannya. Di Nganjuk, Aris mempunyai seorang istri dan dua anak. Sementara proyek tengah sepi.

Berniat menagih janji, Aris kemudian mendatangi rumah Aris di Perumahan Darmo Indah. Namun di sana, Aris juga tak menemui Budi yang belum pulang.

Di rumah itu, Aris hanya bertemu dengan Fransiska, istri Budi Susanto. Aris sempat menanyakan keberadaan Aris dan menagih janji proyek renovasi rumah.

Fransiska yang tak mengetahui hal itu kemudian cekcok dengan Aris. Sebab Aris terus mendesak kepastian janji suaminya itu.

Naik pitam, Aris langsung menghantam dari belakang Fransiska dengan martil yang telah disiapkannya. Tubuh perempuan itu langsung terkapar.