Jejak Kasus Mahasiswi Jember Meninggal Usai Kencan, Kini Kasusnya Dihentikan

Jejak Kasus Mahasiswi Jember Meninggal Usai Kencan, Kini Kasusnya Dihentikan

Tim detikJatim - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 09:57 WIB
pers conference kematian mahasiswi unej
Polisi saat konferensi pers ungkap penyebab kematian mahasiswi Unej (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Teka-teki kematian Putri Pujiarti (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prodi Kesekretariatan D3 Universitas Jember (Unej) telah terungkap. Sebelumnya, ia tiba-tiba tewas usai kencan bersama teman prianya. Saat ini, penyelidikan kasusnya telah dihentikan.

Sempat diduga menjadi korban pembunuhan, ternyata mahasiswa tersebut meninggal karena sakit. detikJatim menghimpun sederet fakta kejadian ini:

1. Awal Mula Peristiwa

Peristiwa itu terjadi Sabtu (10/9). Awalnya, korban datang ke rumah kos temannya di Gang Kelinci Jalan Kalimantan sekitar pukul 10.45 WIB. Korban lalu minta diantar temannya tersebut ke depan Masjid Al-Hikmah yang berada di lingkugan kampus Unej. Korban mengaku hendak bertemu teman prianya di tempat itu.

Setelah korban bertemu teman prianya, si A kemudian meninggalkan mereka berdua. Si A kemudian pulang ke tempat kosnya di Jalan Kalimantan.

Sekitar pukul 13.32 WIB, teman pria korban mengantar pulang korban ke rumah kos si A. Saat itu, korban dibopong karena kondisinya tak sadarkan diri. Si teman pria ditanya mengapa korban tak sadarkan diri, tapi tidak dijawab dan pria itu pergi.

Dalam kondisi panik, A membawa korban ke Unit Medical Center (UMC) Unej dengan naik mobil yang sebelumnya dipesan lewat aplikasi online. Korban mendapat tindakan medis di UMC tapi tidak ada respons. Kemudian dari tindakan medis itu, oleh dokter korban dipastikan meninggal.

2. Keluarga Nilai Kematian Tak Wajar

Pihak keluarga berharap kasus ini bisa segera terungkap. Sebab, keluarga menilai kematian almarhumah dinilai janggal.

"Kami ingin mendapat keterangan atau pun informasi yang benar soal kematian adik kami. Karena meninggalnya adik kami itu, dinilai tidak wajar," kata kakak korban, Didik Purnomo, Kamis (15/9/2022).

Menurut Didik, selama ini kondisi adiknya baik-baik saja. Secara fisik, Putri terlihat sehat. "Untuk penyakit bawaan saya tidak tahu. Tapi selama ini yang kami tahu tidak ada penyakit bawaan," terang Didik.

"Dulu pernah sakit saja waktu masih kecil TK, sesak napas. Hanya saat itu saja," sambungnya.

3. Sempat Dilakukan Visum

Hasil visum yang telah keluar juga belum mampu menjawab pertanyaan tentang penyebab kematian mahasiswi angkatan 2021 tersebut. Berdasarkan hasil visum, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Putri.

"Untuk saat ini memang autopsi dari pemeriksaan luar (tubuh korban), tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau pun kekerasan," ujar Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setyawan, Rabu (14/9/2022).

Saat ini polisi masih menunggu hasil autopsi organ bagian dalam korban. Untuk pemeriksaan patologi anatomi, lanjutnya, dilakukan di RSD dr.Soebandi. Sedang pemeriksaan lab forensik dilakukan di Polda Jatim.

"Untuk uji sampel organ (bagian dalam), salah satunya juga di bagian lambung, kami (lakukan) pemeriksaan lab forensik di Polda Jatim, dan hasilnya belum keluar. Kita masih menunggu," kata Bagus.

Penjelasan dokter soal penyebab kematian mahasiswa Jember. Baca di halaman selanjutnya!