Melihat Lagi Kasus Pembunuh Istri yang Gantung Diri di Lapas Malang

Melihat Lagi Kasus Pembunuh Istri yang Gantung Diri di Lapas Malang

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 18:07 WIB
Kalapas Lowokwaru Heri Azhari
Kalapas Lowokwaru Heri Azhari (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Narapidana Lapas Klas I Lowokwaru, Malang, Agus Widodo (48) yang tengah menjalani hukuman usai membunuh istrinya ditemukan tewas gantung diri. Kasus pembunuhan ini berawal dari penemuan seorang mayat perempuan di ladang sengon Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pada Jumat (3/4/2022).

Penemuan mayat ini menggegerkan warga Malang. Korban adalah Suliani (40), warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Sejak awal ditemukan, perempuan tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.

"Hasil olah TKP, kami menemukan ada tanda kekerasan," ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Hendri mengatakan tanda kekerasan itu berupa luka di bagian kepala, serta bekas jeratan pada leher. Indikasi itu lah yang membuat pihaknya menduga perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.

Informasi lain menyebutkan korban memiliki riwayat pernah bekerja di Malaysia dan telah kembali beberapa bulan yang lalu. Akhirnya, kurang dari 24 jam, polisi mengungkap pelaku pembunuhan Suliani. Pelaku adalah Agus Widodo (46), yakni suami korban sendiri.

Hendri menuturkan, dari proses penyelidikan yang digelar beberapa jam setelah olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, semuanya mengarah kepada Agus. Ketika dilakukan pemeriksaan, lanjut Hendri, pelaku akhirnya mengakui jika telah membunuh korban.

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kurang dari 3 jam, identitas pelaku akhirnya terungkap. Dia adalah suami korban sendiri," ujar Hendri dalam konferensi pers yang disiarkan melalui channel YouTube Polres Malang Official, Sabtu (4/4/2020).

Hendri mengungkap pembunuhan keji ini dilakukan oleh pelaku sampai hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa. Pertama pelaku memukulkan potongan kayu sengon yang ditemukan di lokasi kejadian ke arah kepala korban sebanyak dua kali.

Kemudian berlanjut dengan mencekik leher korban hingga menyebabkan korban kesulitan bernafas dan meninggal dunia.

Sebelumnya, pelaku membawa korban ke lokasi kejadian dengan mengendarai motor, pada malam sebelum korban ditemukan meninggal dunia. "Korban awalnya dipukul menggunakan kayu sengon dan kemudian dicekik lehernya sampai meninggal dunia," ungkap Hendri.

Penyelidikan juga membongkar upaya pelaku menghilangkan jejak kejahatannya, dengan menyeret tubuh korban sejauh 30 meter dan kemudian diletakkan di bawah tanaman tebu.

"Pelaku juga menyeret tubuh korban sejauh kurang lebih 30 meter. Jasad korban diletakkan di bawah tanaman tebu dan menutupnya dengan jaket yang menjadi barang bukti," beber Hendri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara. Sementara itu, Agus divonis hukuman 10 tahun penjara karena telah membunuh istrinya. Agus baru menjalani masa hukuman selama 2,5 tahun.

Agus yang membunuh istrinya ditemukan gantung diri di lapas. Baca halaman selanjutnya!