Tragis, Pembunuh Istri Ditemukan Gantung Diri di Lapas Lowokwaru Malang

Tragis, Pembunuh Istri Ditemukan Gantung Diri di Lapas Lowokwaru Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 16:31 WIB
Kalapas Lowokwaru Heri Azhari
Kalapas Lowokwaru Heri Azhari (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Seorang warga binaan Lapas Klas I Lowokwaru, Malang, Agus Widodo (48), ditemukan tewas gantung diri. Diketahui, saat ini Agus tengah menjalani hukuman usia terbukti membunuh istrinya pada April 2020 lalu.

Kalapas Lowokwaru Heri Azhari membenarkan jika Agus ditemukan meninggal gantung diri tadi pagi. Agus gantung diri dengan menggunakan tali tampar yang diikatkan pada tangga menuju pos jaga.

"Iya benar, jam 09.30 WIB ada laporan ke kami bahwa satu WBP (warga binaan pemasyarakatan) meninggal karena gantung diri," kata Azhari kepada wartawan di Lapas Lowokwaru Jalan Asahan, Kota Malang, Selasa (27/9/2022).

Azhari menyebut, lokasi Agus gantung diri berada di celah antara tembok lapas. Lokasi itu sehari-harinya menjadi tempat bercocok tanam bagi warga binaan.

"Dia (Agus) seharinya bekerja bercocok tanam di lokasi itu. Yang menemukan teman-temannya bekerja," sebutnya.

Selain itu, Azhari mengungkapkan, dari pemeriksaan dokter lapas, diketahui penyebab korban meninggal dunia murni karena bunuh diri. Waktu kematian diperkirakan sekitar satu jam sebelum ia ditemukan teman-temannya.

"Saat ditemukan almarhum diperkirakan dalam kondisi meninggal selama satu jam. Karena pukul 07.50 WIB keluar (dari sel) dan ditemukan (gantung diri) pukul 09.30 WIB," ungkap Azhari.

Azhari menambahkan, pos jaga yang tangganya digunakan untuk gantung diri tidak difungsikan sementara. Karena, Lapas Lowokwaru sudah memiliki empat pos jaga yang berada di setiap sudut tembok lapas.

"Pos tidak digunakan, karena kita sudah punya empat pos di setiap sudut. Namun tempat di sana (lokasi kerja) diawasi oleh petugas, tetapi dia (Agus) mencari tempat kosong. Pas 09.30 WIB dicek sudah di atas (gantung diri) kaget kawannya," imbuh Azhari.

Menurut keterangan teman-temannya, lanjut Azhari, tak terlihat ada perbedaan dalam sehari-hari Agus. Kondisi Agus normal seperti hari-hari sebelum ia ditemukan gantung diri. Azhari hanya menduga ada persoalan lain yang kemungkinan memicu Agus bunuh diri.

"Karena kasus bisa jadi, tapi kami tidak bisa memastikan itu, tidak ada gelisah, cuma ada slentingan terkait pembagian harta warisan," bebernya.

Akhirnya, Lapas Lowokwaru melaporkan kasus bunuh diri ini ke polisi. Penyelidikan kemudian dilakukan oleh Tim Inafis Polresta Malang Kota serta petugas dari Polsek Blimbing.

"Untuk memastikan kematian korban, kami juga melaporkan kejadian ini ke polisi," tegasnya.

Diketahui, Agus Widodo divonis hukuman 10 tahun penjara karena telah membunuh istrinya. Agus baru menjalani masa hukuman selama 2,5 tahun. "Kasusnya 340 KUHP divonis 10 tahun dan baru menjalani hukuman 2,5 tahun," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Polres Malang menangkap Agus Widodo setelah terbukti membunuh Suliani (40), istrinya sendiri. Mayat Suliani ditemukan di ladang sengon Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pada Jumat (3/4/2020), lalu.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.



Simak Video "Dramatis! Evakuasi ABG Panjat Tiang Sutet Diduga Hendak Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)