Sentilan Keras Hotman Paris ke Dokter Gontor di Kasus Santri Tewas Dianiaya

Sentilan Keras Hotman Paris ke Dokter Gontor di Kasus Santri Tewas Dianiaya

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 12:10 WIB
Hotman Paris sowan ke Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya
Hotman Paris saat berada di Gedung Negara Grahadi Surabaya (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Hotman Paris mengaku belum puas usai polisi menetapkan dua tersangka kasus santri dianiaya hingga tewas di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Hotman menyebut, seharusnya ada orang lain yang bisa dijadikan tersangka. Ia menilai, dokter yang memberikan keterangan soal kematian santri tersebut bisa saja jadi tersangka.

Namun sayangnya, keluarga korban tidak melaporkan sang dokter. Padahal, Hotman mengungkapkan, dokter tersebut memberikan surat keterangan kematian yang tak sesuai. Sang dokter menandatangani surat yang menerangkan santri berinisial AM (17) meninggal karena sakit. Padahal jenazah santri dipenuhi luka.

"Sebenarnya sih, dokter yang membuat surat keterangan itu bisa diproses, cuma keluarganya untuk sementara belum berpikir ke arah sana," ujar Hotman saat ditemui di Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (24/9/2022).

"Karena, waktu mayat diantar ke ibunya ada surat keterangan dokter dan saya ada copy (Salinannya) menyatakan bahwa dia meninggal karena sakit, tapi waktu dibuka kain kafannya penuh darah semua," imbuhnya.

Kasus ini sempat menjadi perhatian publik usai diviralkan Hotman Paris di instagram miliknya. Dia menyebut, kasus itu baru diproses usai viral di Hotman 911. Setelah viral, baru hukum ditegakkan dan pelaku diamankan.

"Gontor itu dibuka (kasusnya) gara-gara 911, itu anaknya kan sudah ditahan dan proses hukumnya lanjut terus," katanya.

Pengacara kondang tersebut menegaskan, ia mengaku turut prihatin dengan santri yang meninggal tersebut. Kendati demikian, dia menyatakan bila proses hukum harus tetap berlanjut.

Oleh karena itu, ia memilih untuk menviralkan perkara itu saat dia didatangi ibu korban ke Palembang. Lalu, barulah seluruh hal di dalamnya (Kasus itu) terbuka secara gamblang, termasuk penanganan dari pihak kepolisian.

"Dua minggu ibunya nanya terus kenapa anaknya meninggal, selalu dibilang sakit, pas saya ke Palembang ibunya datang saya viralkan, lalu besoknya Gontor bikin press release diakui ada penganiayaan katanya pelakunya dikirim pulang ke rumah ortunya, tidak langsung dilaporkan ke polisi dan langsung dipecat, besoknya polisi langsung bergerak dan ditahan semua," tuturnya.

Bagaimana tanggapan polisi? Baca di halaman selanjutnya!